KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Tangerang hingga akhir tahun.
Fenomena ini juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain di Jabodetabek, seperti Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor cuaca.
"Kita perkirakan (angin kencang di Jabodetabek) berlangsung sampai akhir tahun," ujarnya.
BMKG mencatat, salah satu penyebab utama angin kencang ini adalah adanya area tekanan rendah (low pressure area), khususnya di sekitar perairan laut selatan. Selain itu, kemunculan bibit siklon turut menjadi pemicunya.
Menurut Guswanto, situasi ini akan terus dipantau karena fenomena ini bisa memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di kawasan tersebut.
Pada analisis streamline terbaru, BMKG menemukan adanya sirkulasi siklonik yang terdeteksi di beberapa lokasi, termasuk Selat Malaka, Laut Natuna, Laut China Selatan, dan Samudra Hindia di barat daya Sumatra.
Adapun kecepatan angin rata-rata di kawasan ini mencapai lebih dari 15 knot, yang masuk dalam kategori kecepatan tinggi.
"Sirkulasi siklonik terpantau di Selat Malaka, di Laut Natuna, di Laut China Selatan, Samudra Hindia barat daya Sumatera," katanya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGInsiden kebakaran kembali terjadi di Kota Tangerang pada Selasa 20 Oktober 2026 siang. Kali ini, api dilaporkan membakar area gudang minuman es krim Momoyo yang berlokasi di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews