Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum
Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23
Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.
TANGERANGNEWS.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa virus Human Metapneumovirus (HMPV) telah terdeteksi di Indonesia. Namun, ia menegaskan virus ini bukanlah ancaman baru dan bukan pula penyakit yang mematikan.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 6 Januari 2025, Budi menyatakan, HMPV sebetulnya telah lama ada di Indonesia.
"HMPV ini sudah ada di Indonesia sudah lama. Kalau dicek, apakah sekarang ada? Ada. Mungkin teman-teman juga yang ada di depan saya ini kalau dicek, ada juga yang kena kalau batuk-batuk," ujar Budi dilansir dari CNN Indonesia.
Ia juga membantah isu yang menyebutkan bahwa kasus HMPV sedang melonjak tajam di China. Menurutnya, pemerintah China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Virus yang sebenarnya sedang merebak di China adalah H1N1 atau flu biasa, bukan HMPV.
"Setiap musim dingin itu terjadi kenaikan (H1N1) di negara-negara empat musim itu, iya. Di China pun demikian," jelasnya.
Meski begitu, Budi mengingatkan masyarakat bahwa virus seperti flu, termasuk HMPV, dapat diatasi dengan sistem imun yang baik. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan, seperti cukup istirahat, olahraga rutin, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.
Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman mengungkapkan, kelompok usia anak-anak menjadi yang paling rentan terhadap virus ini. Meski demikian, data detail mengenai jumlah kasus anak yang terpapar HMPV masih dalam proses pengumpulan.
Lebih lanjut, virus ini tidak menunjukkan pola penyebaran baru. Virus HMPV sudah ada sejak 2001 dan hingga kini, kebanyakan kasus hanya menimbulkan gejala ringan seperti batuk, demam, dan hidung tersumbat. Namun, pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, atau mereka dengan gangguan imun, virus ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti bronkitis atau pneumonia.
Hingga saat ini belum ada pembatasan perjalanan terkait virus HMPV, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Masyarakat hanya diminta tetap waspada namun tidak perlu panik, mengingat gejala virus ini mirip dengan flu biasa dan dapat diatasi dengan langkah pencegahan yang baik.
Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China menunjukkan bahwa tren kasus terutama terjadi di kalangan anak-anak di bawah 14 tahun, dengan gejala umum seperti batuk, demam, sesak napas, dan hidung tersumbat.
Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.
TODAY TAGWacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global
Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Menindaklanjuti semangat World Sight Day 2026, JEC Eye Hospitals and Clinics berkolaborasi dengan Parent Teacher Association (PTA) Secondary Syafana Islamic School menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews