Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025
Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.
TANGERANGNEWS.com- Kanker payudara masih menjadi momok mengerikan dalam dunia kesehatan, khususnya bagi perempuan di Indonesia.
Berdasarkan laporan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), jenis kanker ini tercatat sebagai kasus terbanyak dalam daftar kanker baru setiap tahunnya.
Meski begitu, kanker payudara bukanlah penyakit yang tidak bisa ditangani. Salah satunya ialah dengan melakukan deteksi sejak dini sebagai langkah krusial dalam menurunkan angka kematian dan meningkatkan potensi kesembuhan.
Dokter Spesialis Bedah dari Bethsaida Hospital Serang dr. Alva Handoko Senjaya Sp.B, FINACS, FICS, menyampaikan, keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada waktu penanganan. Sebab, jika kanker payudara ditemukan pada tahap awal, tingkat keberhasilan pengobatannya bisa mencapai lebih dari 90 persen.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak awal menjadi faktor penting dalam upaya penyembuhan.
Dijelaskannya, Kanker payudara terjadi ketika sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Jika tidak segera ditangani, sel kanker ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
Meskipun penyebab pastinya belum dapat dipastikan, beberapa faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan kanker, mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2, dan gaya hidup tidak sehat diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini.
Sayangnya, banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut karena kurangnya pemahaman terhadap gejala awal.
"Banyak pasien datang saat sudah stadium lanjut karena tidak menyadari gejala awal atau tidak pernah melakukan screening. Padahal, gejala seperti benjolan di payudara, perubahan bentuk, nyeri tidak biasa, hingga keluarnya cairan dari puting harus segera diperiksa," jelas dr. Alva.
Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin sebagai langkah antisipatif.
Adapun jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan meliputi mammografi, USG payudara, hingga MRI payudara, tergantung pada kondisi dan tingkat risiko masing-masing individu.
Pemeriksaan mandiri seperti SADARI juga disarankan meskipun bukan metode utama, karena dapat membantu mengenali perubahan fisik sejak dini. Selain itu, dr. Alva mendorong masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah risiko kanker.
Lebih lanjut, menjaga berat badan ideal, menghindari konsumsi alkohol, berhenti merokok, rajin berolahraga, serta menyusui setelah melahirkan merupakan kebiasaan-kebiasaan sederhana juga bisa menurunkan risiko kanker payudara.
Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya menambahkan, pihaknya terus berkomitmen memperkuat layanan deteksi dan pencegahan kanker, terutama melalui fasilitas Women & Children Center serta Klinik Bedah.
"Bethsaida Hospital Serang memiliki fasilitas lengkap dan tenaga medis berpengalaman untuk menangani berbagai masalah kesehatan, termasuk deteksi dan tindakan bedah untuk kanker payudara," ujar dr. Tirtamulya.
Melalui kolaborasi antara fasilitas kesehatan yang andal dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini, diharapkan angka harapan hidup penderita kanker payudara dapat terus meningkat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.
TODAY TAGKematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS) membuka awal tahun dengan menghadirkan penyegaran di segmen skutik 125 cc. Melalui gelaran Regional Public Launching, resmi memperkenalkan All New Honda Vario 125
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews