Connect With Us

Ini 11 Tuntutan Buruh untuk Presiden Prabowo di May Day 2025, Salah Satunya Hapus Syarat Kerja Diskriminatif 

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 30 April 2025 | 13:59

Rombongan buruh Tangerang konvoi ke Istana Negara, Jakarta, dalam aksi May Day, 1 Mei 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com- Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) akan menyampaikan 11 tuntutan utama pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang akan berlangsung Kamis, 1 Mei 2025. 

Presiden ASPIRASI Mirah Sumirat mengatakan, tuntutan tersebut dirancang untuk memperjuangkan hak-hak buruh di tengah tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

Menurut Mirah, perayaan May Day tahun ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden RI terpilih Prabowo Subianto di Monumen Nasional, Jakarta. 

Oleh karena itu, ASPIRASI memandang momentum tersebut sebagai kesempatan penting untuk menyuarakan kepentingan pekerja secara langsung kepada kepala negara.

"Ini merupakan momentum yang sangat penting untuk bisa menyampaikan aspirasi, mengampaikan nilai-nilai perjuangan buruh/pekerja Indonesia kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto," ujar Mirah melalui pernyataan tertulis dikutip dari CNN Indonesia, Rabu, 30 April 2025.

Tuntutan pertama yang akan diajukan adalah revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dengan melibatkan buruh dalam proses penyusunannya. ASPIRASI meminta pemerintah meregulasi undang-undang yang berpihak pada pekerja tanpa mengabaikan kebutuhan dunia usaha.

Poin kedua adalah penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. ASPIRASI mendorong pemerintah menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk menjamin kesempatan kerja yang layak bagi semua, termasuk generasi muda yang akan memasuki dunia kerja.

Tuntutan ketiga menyasar jaminan kebebasan berserikat dan berunding. Mirah menyebut, meskipun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000, sekitar 80 persen perusahaan masih menolak keberadaan serikat pekerja.

ASPIRASI juga menyerukan pentingnya hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Poin keempat ini menekankan perlunya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) demi menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara buruh dan pengusaha.

Dalam poin kelima, ASPIRASI menyoroti tantangan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), kolaborasi manusia dan mesin, serta pergeseran arah industri. Para buruh menuntut solusi ketenagakerjaan yang mampu merespons perubahan tersebut.

Poin keenam adalah penghapusan syarat kerja yang diskriminatif, seperti batasan usia, tinggi badan, atau penampilan fisik. Sementara itu, tuntutan ketujuh mendorong kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Pekerja sektor kesehatan juga masuk dalam tuntutan kedelapan. ASPIRASI meminta peningkatan kesejahteraan bagi dokter, perawat, bidan, hingga petugas posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan layanan kesehatan.

Tuntutan kesembilan menyangkut transisi yang adil menuju ekonomi rendah karbon. ASPIRASI meminta kebijakan yang menjamin perlindungan pekerja dalam proses peralihan menuju industri hijau.

Sektor ekonomi gig juga mendapat perhatian dalam tuntutan kesepuluh. ASPIRASI mendesak agar pemerintah menjamin kesejahteraan pekerja seperti ojek online, kurir, dan pekerja lepas digital lainnya. Mereka menuntut kejelasan status kerja, jam kerja yang manusiawi, upah layak, dan perlindungan jaminan sosial.

Tuntutan terakhir menyasar praktik eksploitasi terhadap generasi muda, khususnya anak magang. ASPIRASI meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap praktik kerja magang yang dianggap tidak adil atau tidak manusiawi.

"Setop eksploitasi Gen Z berarti menghentikan praktik yang memanfaatkan, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Ini bisa meliputi praktik magang yang tidak adil, lingkungan kerja yang tidak sehat, atau tekanan untuk mengikuti tren yang tidak sesuai dengan nilai-nilai mereka," tutup Mirah.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Godok Aturan Jam Belajar yang Optimal, Tekankan Konsentrasi dan Kenyamanan Anak

Pemkab Tangerang Godok Aturan Jam Belajar yang Optimal, Tekankan Konsentrasi dan Kenyamanan Anak

Jumat, 28 November 2025 | 22:33

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memulai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan Jam Belajar Masyarakat (JBM).

NASIONAL
PLN UID Banten Pastikan Pasokan Listrik Stabil Selama 16th Kompas100 CEO Forum

PLN UID Banten Pastikan Pasokan Listrik Stabil Selama 16th Kompas100 CEO Forum

Jumat, 28 November 2025 | 22:46

PLN UID Banten melalui UP3 Serpong memastikan pasokan listrik tetap stabil selama penyelenggaraan 16th Kompas100 CEO Forum, yang dihadiri empat Menteri Kabinet Indonesia Maju

HIBURAN
Pegawai KAI Terancam Dipecat Gegara Tumbler Penumpang Hilang Usai Turun di Stasiun Rawa Buntu

Pegawai KAI Terancam Dipecat Gegara Tumbler Penumpang Hilang Usai Turun di Stasiun Rawa Buntu

Kamis, 27 November 2025 | 19:11

Viral di media sosial kasus hilangnya tumbler bermerek TUKU milik seorang penumpang KRL, Anita Dewi, yang diunggah pada platform Threads hingga memicu reaksi warganet.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill