Connect With Us

BPS Sebut Rp1,02 Juta Per Bulan Jadi Standar Hidup Layak, Begini Reaksi Buruh

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 29 November 2024 | 12:36

Ilustrasi penghasilan minimal untuk standar hidup layak. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang menyebutkan Rp1,02 juta per bulan sebagai standar hidup layak untuk 2024.

Rilis tersebut kemudian memancing respons dari dari kalangan buruh. Meski disebut sebagai "standar hidup layak," BPS bahwa bahwa angka tersebut bukanlah penentu layak atau tidaknya kehidupan masyarakat, melainkan bagian dari penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).  

BPS menjelaskan, angka tersebut mencerminkan rata-rata pengeluaran masyarakat untuk barang dan jasa. Makin tinggi angkanya, makin baik standar hidup yang diukur. 

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat menilai penggunaan istilah "standar hidup layak" dapat menimbulkan salah persepsi. 

Pasalnya, ia khawatir data ini akan dianggap setara dengan Komponen Hidup Layak (KHL), yang selama ini menjadi dasar dalam menetapkan kebutuhan buruh untuk hidup layak.  

"BPS menggunakan kalimat 'standar hidup layak'. Jadi, masih rancu, masyarakat juga kebingungan. Seharusnya bukan standar hidup layak judulnya, 'rata-rata pengeluaran', begitu," ujar Mirah dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 29 November 2024.

Mirah juga menilai angka Rp1,02 juta jauh dari kenyataan kebutuhan hidup sehari-hari. Menurutnya, saat ini buruh kerap menerima upah minim, sementara biaya hidup yang harus ditanggung sangat tinggi. Misalnya saja, buruh dengan gaji Rp3 juta per bulan yang harus menghidupi istri dan dua anaknya.  

"Mau enggak mau mereka mengurangi konsumsi makanan, sehingga berdampak pada ketidaklayakan hidup. Tempat tinggal pun demi mencari yang sesuai pendapatan sehingga mendapatkan tempat tidak layak," katanya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi, juga mempertanyakan metode yang digunakan BPS dalam menentukan angka Rp1,02 juta.    

Ristadi mengingatkan bahwa KHL pernah digunakan sebagai komponen utama dalam menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP). 

Menurutnya, biaya kebutuhan pokok seperti kontrakan saja saat ini sudah menyentuh Rp500 ribu per bulan, sehingga angka Rp1,02 juta sebagai standar hidup layak dianggap tidak relevan.  

"Kira-kira kalau pekerja mengantongi uang Rp1 jutaan (per bulan), bisa kebayang bagaimana pola hidupnya dengan uang segitu? Yang benar saja," tukasnya.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KOTA TANGERANG
Mudahkan Pengguna Mobil Listrik, SPKLU Center XDN Cipondoh Punya 12 Slot Charging

Mudahkan Pengguna Mobil Listrik, SPKLU Center XDN Cipondoh Punya 12 Slot Charging

Sabtu, 26 September 2026 | 10:11

Kebutuhan fasilitas pengisian kendaraan listrik di Kota Tangerang terus bertambah seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik.

TANGSEL
Pilar Minta Warga Laporkan Tetangga yang Masih Bakar Sampah Sembarangan 

Pilar Minta Warga Laporkan Tetangga yang Masih Bakar Sampah Sembarangan 

Jumat, 25 September 2026 | 10:37

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta masyarakat tidak ragu melaporkan warga yang masih membakar sampah secara sembarangan di lingkungan permukiman.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill