Tunduk Syariat
Selasa, 8 September 2026 | 22:01
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TANGERANGNEWS.com-Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang akan mengerahkan ribuan petugas untuk melakukan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.
Rencananya pendataan tersebut akan dimulai selama 15 Oktober 2022 sampai 14 November 2022.
BPS Kota Tangerang telah melakukan rapat koordinasi daerah (rakorda) dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk menyukseskan pendataan tersebut.
"Rakorda ini untuk menguatkan konsolidasi eksternal dan internal dalam rangka pelaksanaan kegiatan pendataan awal Regsosek 2022," ujar Muladi Widastomo, Kepala BPS Kota Tangerang usai rapat koordiansi daerah di bilangan Kota Tangerang, Selasa, 20 September 2022.
Pembahasan rakorda yang dihadiri 169 peserta, meliputi 11 OPD teknis serta seluruh camat dan lurah di Kota Tangerang, mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang beragam, dimulai dari demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset dan info geospasial.
Baca Juga :
"Serta menyusun rencana kerja dan strategi pendataan di lapangan nantinya. Sehingga pendataan yang akan dilakukan 3.156 petugas bisa dilaksanakan dengan baik," ungkapnya.
Adapun ribuan petugas yang akan dikerahkan dalam melakukan pendataan tersebut Regsosek ini dipastikan sudah terlatih.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Decky P. Koesrindartono, perkembangan data dari BPS sangat dibutuhkan dalam rangka merumuskan kebijakan daerah.
"Diharapkan data yang didapatkan menjadi basis data yang valid yang dapat digunakan keperluan perencanaan pembangunan," pungkasnya.
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama tim gabungan melakukan penyemprotan sejumlah ruas jalan untuk meminimalisir dampak sebaran abu vulkanik yang mengendap di badan jalan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengumpulkan donasi sebesar Rp1 miliar untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari hasil penggalangan dana pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews