Connect With Us

Viral Poster Polisi "Dipaksa Humanis di Negara Anarkis", Ini Kata Pengamat

Yanto | Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:50

Poster polisi yang viral. (@TangerangNews / istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sebuah poster bertuliskan kalimat "Dipaksa humanis di negara anarkis, mengalah dan melawan sama-sama jadi masalah" menjadi viral di media sosial hingga memicu perdebatan.

Poster yang belum diketahui pembuatnya itu mendapat sorotan karena dianggap dilema aparat keamanan dalam menjalankan tugas di tengah kondisi sosial yang dianggap tidak stabil.

Pengamat Hukum dan Politik Fernando Emas menilai kalimat dalam poster itu seperti menyuarakan kegelisahan internal polisi, yang di satu sisi dituntut untuk bersikap humanis dan menahan diri.

Namun di sisi lain, harus menghadapi situasi lapangan yang penuh kekerasan, anarki dan tekanan publik.

"Sebenernya tidak boleh para anggota Kepolisian membuat status seperti itu. Harusnya sebagaai keamanan negara bisa menahan diri, apalagi kondisi saat ini jadi perhatian kita semua," ujarnya, kepada TangerangNews, Jumat 29 Agustus 2025.

Ia pun meminta Kapolri melakukan tindakan agar anggotanya tidak memposting hal-hal yang memantik kemarahan masyarakat.

"Ini Kapolri harus ambil tindakan atau sebagai pimpinannya, jangan sampai hanya gara-gara status WhatsApp memicu kegelisahan masyarakat," ungkapnya.

Fernando Emas juga mengingatkan meskipun aparat menghadapi tantangan berat, pendekatan humanis tetap harus dijaga.

"Empati pada petugas boleh, tapi jangan dijadikan pembenaran untuk tindakan kekerasan. Justru profesionalisme diuji dalam situasi sulit," kata Fernando.

Masih dikatakan Fernando, poster itu sebagai kritik terhadap kebijakan atasan dan tekanan sosial-politik, dan mengecam narasi tersebut sebagai upaya membenarkan tindakan represif.

"Kapolri harus klarifikasi terkait hal tersebut, polisi harus menjaga suasana ini, jangan buat masyarakat emosi, ini tidak menunjukkan sebagi anggota kepolisian terkait poster tersebut," ujarnya. 

Sampai berita ini tayang, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait asal-usul poster tersebut.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill