Connect With Us

Artis Kampanye I Love You Full

| Jumat, 7 Agustus 2009 | 12:11

TANGERANGNEWS- Gelombang simpatik dan bentuk penghormatan kepada Mbah Surip terus mengalir. Jadwal syuting klip video untuk lagu Bangun Tidur yang menjadi single kedua penyanyi nyentrik itu saja sampai diubah menjadi syuting klip video dengan format kampanye I Love You Full dalam rangka mengenang dia. Sosok Mbah Surip begitu berkesan di hati banyak orang, tidak terkecuali di hati para selebriti yang menjadi model dan ujung tombak kampanye itu. Di antaranya, Nirina Zubir, Ringgo Agus Rahman, Desta, Fauzi Baadillah, Sandra Dewi, Dewi Sandra, dan Cathy Sharon. Di bawah arahan sutradara Edi Kemot, para bintang terkenal itu rela berpanas-panasan membagikan stiker bertulisan I Love You Full, jargon khas Mbah Surip, mulai kantor Trans TV, pindah ke Sarinah, pindah lagi ke Warung Apresiasi Bulungan dan tempat lainnya. Semua orang yang menerima stiker itu kemudian berkata, "I Love You Full." Menurut Edi, perubahan dilakukan sehari setelah Mbah Surip meninggal pada Selasa (3/8). "Sebulan lalu rencananya murni klip video. Tapi, kami ubah menjadi semacam campaign. Saya exited, tidak menyangka respons semua pihak kepada Mbah Surip begitu total," ujarnya terharu. Fauzi menyatakan, syuting sekaligus kampanye itu akan dilanjutkan hari ini (Jumat) karena masih banyak adegan yang harus diambil. "Terakhir nanti ada rencana Pak SBY yang ucapkan I Love You Full. Mudah-mudahan bisa," ungkap pemain film 9 Naga itu. Ringgo ikhlas menjalani syuting seharian di jalanan. Dia mengungkapkan, semua itu murni untuk menghormati dan mengenang sekaligus melepas kepergian pria asli Mojokerto, Jawa Timur, tersebut. Karena itu, kata Nirina, jangan tanya soal bayaran. Saat hamil seperti itu saja, istri Ernest "Cokelat" tersebut masih mau menyumbangkan pikiran dan tenaga. "Yang kami lakukan ikhlas," tegasnya. Fauzi punya alasan lain. Dia merasa berdosa pernah meledek Mbah Surip dan belum sempat meminta maaf secara langsung. "Saya pernah bilang, ini orang tua apa-apaan sih, gayanya nyentrik banget" Setelah kenal, orangnya comfortable, ramah, dan tidak sombong," katanya terlihat menyesal. Terbukti, ujar dia, saat syuting klip lagu Tak Gendong yang kebetulan dirinya menjadi salah seorang modelnya, Mbah Surip tidak memanfaatkan fasilitas. "Yang lain itu dapat fasilitas tempat istirahat yang nyaman, di kasur. Mbah Surip pilih tidur di tikar di atas tanah," ungkap Fauzi memuji Mbah Surip. "Dia itu menyebarkan cinta dengan kata-kata I Love You Full," sahut Nirina. Saat para artis meneruskan perjuangan Mbah Surip menyebarkan virus cinta, perusahaan label Falcon Record yang menangani penjualan album pertama Mbah Surip mengupayakan secepatnya hak Mbah Surip dari semua royalti lagunya diuangkan. "Sudah ada statemen dari Adit, orang Falcon, segera mengurus. Semoga ahli waris yang menerima tidak kalap dan bisa sesuai aturan," kata pengamat musik Bens Leo saat jumpa pers peluncuran album perdana band The Arians di Planet Hollywood kemarin. Dia menuturkan, Mbah Surip merupakan musikus yang usia karirnya paling pendek di dunia setelah benar-benar terkenal. "Hanya dua atau tiga bulan setelah populer, lalu meninggal. Manajemennya berantakan. Belum sempat menikmati mobilnya karena untuk bepergian ke satu venue ke venue lain naik sepeda motor, saking padatnya acara dan khawatir terjebak macet. Usianya sudah 60 tahun, kecapekan, minum kopi," kata Bens. (ir/jp)
SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

KAB. TANGERANG
DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Regulasi Pusat untuk Bentuk Perda Anti-LGBT

DPRD Kabupaten Tangerang Tunggu Regulasi Pusat untuk Bentuk Perda Anti-LGBT

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:38

Terkait usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelarangan dan pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), DPRD Kabupaten Tangerang menyatakan masih menunggu regulasi dari Pemerintah Pusat dan DPR RI, sebagai dasar hukum

NASIONAL
Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34

Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill