Connect With Us

Mengenal Staycation, Konsep Liburan yang Diminati Kaum Milenial

Redaksi | Senin, 30 Desember 2019 | 18:32

Ahmad Yunus. (Istimewa / Istimewa)

 

Oleh: Ahmad Yunus

 

Apakah anda pernah mendengar Staycation?. Istilah ini cukup baru memang dan masih asing ditelinga sebagian besar orang Indonesia.

Staycation berasal dari dua suku kata dalam bahasa Inggris. Kata pertama adalah stay (tinggal) dan kata kedua adalah vacation (liburan). Kedunya dijadikan satu kata dan membuat sebuah arti baru, kurang lebih liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah.

Istilah staycation sendiri muncul pada tahun 1944. Situs merriam-webster mengungkapkan jika kata Ini pertama kali muncul pada iklan satu halaman untuk salah satu merek minuman yang dipublikasi Cincinnati Enquirer tanggal 18 Juli 1994 yang berbunyi 

“Take a Stay-cation instead of a va-cation, this year”.

Aktivitas liburan dengan istilah staycation pertama kali dilakukan di Amerika Serikat saat krisis tahun 2003, mereka ingin tetap liburan dan berpetualang tapi tidak keluar banyak budget. Akhirnya konsep stay atau tinggal di sebuah tempat menjadi panutan mereka.

Istilah staycation kemudian menjadi populer pada tahun 2008 di Amerika Serikat, ketika liburan musim panas pada tahun itu dibuka oleh naiknya harga bensin di Amerika Serikat yang membuat banyak orang harus berpikir dua kali untuk berlibur jarak jauh atau ke luar negeri.

Sementara di Inggris, staycation mulai populer pada tahun 2009. Saat itu nilai tukar Poundsterling melemah dan banyak warga Inggris yang membatalkan rencana liburan internasional mereka dan memilih berlibur jarak dekat.

Konsep staycation makin kesini makin berkembang. Jika dulu berdiam diri dalam waktu liburan baik di rumah maupun hotel dalam konteks liburan, sekarang sudah tidak sekaku itu.

Dalam Cambridge Dictionary, staycation diartikan sebagai liburan yang dilakukan di rumah atau masih dekat dengan rumah, dibandingkan dengan liburan ke tempat yang jauh.  Liburan ini tidak harus menetap dalam rumah, tetapi juga termasuk berjalan-jalan di sekitar area tempat tinggal.

Pergi ke museum lokal, menonton konser, bersepeda, bermain di taman kota, mencoba makanan di restoran atau cafe yang belum pernah dikunjungi, berlibur ke pantai terdekat, menginap di hotel terdekat, atau mengunjungi destinasi wisata yang ada di dalam kota sudah dapat disebut sebagai kegiatan staycation.

Ada alasan kenapa staycation diminati oleh generasi milenial. Dikutip dari situs Super Adventure, setidaknya ada lima alasan. 

Alasan pertama adalah kasur empuk. Kalau menginap di hotel tentu kenyamanan pertama yang bisa dinilai adalah dari kualitas kasurnya. Kasur yang empuk dan kamar yang dingin serta nyaman akan membuat malas untuk keluar. 

Kedua, hemat budget liburan. Tidak semua orang memiliki keleluasaan finansial untuk berlibur ke berbagai tempat. Alasan ketiga update media sosial mudah, kalau pergi ke tempat-tempat yang terbesar tentu salah satu kendalanya adalah susah sinyal. 

Alasan keempat, fasilitas hotel memadai. Kamar hotel yang nyaman, sarapan di hotel yang mewah dan bisa berenang di kolam hotel menjadi salah satu alasan mengapa sekarang staycation berkembang. Alasan kelima menikmati suasana baru, banyak orang yang tidak ingin keluar kamar atau karena ingin menikmati suasana baru yang ada di hotel tersebut.

Selain jauh lebih hemat. konsep liburan staycation ini ternyata disebut lebih efektif dalam meredakan stres. Staycation bisa dilakukan oleh mereka yang ingin melepas penat kerja tapi memiliki waktu liburan terbatas. 

Selain untuk menghilangkan stres, staycation juga memiliki berbagai banyak manfaat. Dikutip dari situs gotravelly.com, manfaat staycation antara lain: bisa mengeksplor kota sendiri; lebih murah; tidak perlu jauh-jauh; tidak pusing menyusun rencana liburan; bisa bertemu teman-teman dekat; bisa refreshing tanpa khawatir jatah cuti yang terbatas; tanpa banyak membawa beban packing liburan; dapat merefresh pikiran; mempererat hubungan keluarga, teman, sahabat atau pasangan; dan bisa bertemu orang baru serta menambah relasi.

Trik untuk menikmati staycation seperti yang dikutip dari Forbes adalah melakukan hal yang menyimpang dari rutinitas harian yang benar-benar liburan, seperti tidak mencuci baju atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, juga pekerjaan kantor tentunya.

Buat kamu yang waktu liburannya terbatas atau budgetnya terbatas, maka staycation adalah alternatif liburan yang bisa kamu lakukan.

Penulis adalah Founder alaslangittour.biz.id

TagsOpini
BANDARA
Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:02

Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

HIBURAN
6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:14

Sebanyak 6.700 pelari meramaikan Gemilang KORPRI Night Run 2026 di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 10 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill