Connect With Us

Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34

Ayu Mela Yulianti SPt, pemerhati generasi dan kebijakan publik. (@TangerangNews / Ayu Mela Yulianti)

Oleh: Ayu Mela Yulianti, SPt., Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik. 

 

TANGERANGNEWS.com-Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah,  dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah,  tidak berjalan mulus. Israel sebagai negara bentukan Amerika diatas tanah Palestina memiliki agenda yang membahayakan kepentingan Amerika,  mendirikan negara Israel Raya,  yang satu waktu juga akan menenggelamkan Amerika sebagai tuannya.  

Karakter Yahudi  yang suka menghianati perjanjian menempel kuat dalam negara Israel, yang pada satu kesempatan akan menggigit tuannya, dengan gigitan berbisa yang mematikan..  Hal yang menjadi beban  pikiran tersendiri bagi Amerika.  Disatu sisi butuh pada eksistensi Israel,  disisi lain khawatir akan penghianatan Israel. 

Inilah yang menjadikan Amerika terus-menerus mengawasi sepak terjang  Israel,  walaupun disaat yang sama tetap memberikan makanan yang disukainya, yaitu  dibiarkan terus berkonflik dengan penduduk  Palestina diseluruh wilayah Palestina, hingga melakukan pembersihan etnis penduduk Palestina,  yang dibiarkan oleh dunia. 

Akan tetapi,  dibalik upaya Israel untuk terus memerangi dan  melakukan pembersihan etnis,  di Palestina, Rakyat Gaza Palestina terus melakukan upaya membela diri mempertahankan wilayah dan tanah airnya dengan kembali menyerang dan memerangi tentara Israel dibawah pimpinan Hamas. 

Liciknya Amerika,  justru menjadikan upaya rakyat Gaza Palestina untuk mengusir entitas Yahudi Israel yang merampas tanah Palestina, sebagai aksi terorisme,  sehingga  dijadikan sebagai alasan Amerika terus mengirimkan bantuan bersenjata pada Israel untuk terus memerangi Hamas.  

Kondisi menang-kalah dialami oleh Israel dan Hamas, namun satu fakta yang mengejutkan adalah bahwa Hamas tidak bisa diberantas secara sempurna oleh Israel, Hamas terbukti memiliki nyali yang sangat kuat untuk menghadapi Israel yang menjajah Palestina,  yang  dibekingi oleh Amerika dan negara-negara barat lainnya. 

Saat posisi Israel terjepit,  seperti biasa  mereka meminta gencatan senjata pada Hamas.  Namun saat kondisi Israel pulih,  sementara  gencatan senjata belum selesai,  Israel kembali  melakukan ulah melanggar perjanjian dengan kembali menyerang Hamas saat gencatan senjata,  demikian berulang,  hingga sampai pada manuver politik dengan mengabarkan kepada dunia,  jika Hamas harus dilucuti senjatanya,  sebab memerangi Israel.

Alhasil Amerika sebagai sekutu Israel turun tangan dengan mengajak negara lain,  untuk turut serta dalam melucuti senjata Hamas,  dan bersegera untuk merealisasikan idenya yaitu two states solution (solusi dua negara). Sebagai ide untuk mencengkeram penjajahannya di wilayah Timur Tengah agar lebih kuat,  sekaligus  mengontrol Israel agar tidak menjadi kuat dan menggigit Amerika.  

Tidak sampai disitu,  bahkan Amerika mengajak negara lain untuk ikut mendiskreditkan Hamas,  dengan dalih menjaga perdamaian,   agar Hamas tidak mengganggu Israel lagi,  dengan bersegera mengganti pemerintahan di Gaza dengan  pemerintahan teknokratis buatan Amerika dalam agenda board of piece Gaza Palestina,  yang tunduk pada Amerika dan mengganti posisi Hamas sebagai pemimpin rakyat Gaza Palestina yang terus melakukan perlawanan terhadap entitas Yahudi Israel.

Karenanya,  Amerika melakukan upaya untuk segera merekonstruksi Gaza.  Liciknya,   Amerika justru menggandeng negara-negara didunia,  antara lain Indonesia,  dalam tajuk board of Peace of Gaza Palestiina.  Dewan Perdamaian untuk Gaza Palestina,  dengan Trump sebagai ketuanya. Untuk ikut  bersama menjaga kepentingan Amerika di Gaza,  tanpa balasan apapun. 

Alhasil negara-negara yang tergabung dalam board of piece Gaza Palestina menjadi centeng Amerika dengan sukarela,  malahan merogoh kantong dalam-dalam demi bisa masuk menjadi anggotanya. Sampai nilai Rp. 16, 7 T sukarela dihibahkan  demi bisa bergandengan tangan dengan Amerika sang penjajah Palestina. 

Jadilah Indonesia sebagai anggota board of piece Palestina, yaitu dewan bentukan Trump untuk mengelola Gaza pascaperang yang didukung oleh beberapa negara lainnya juga, dalam upaya perdamaian dan rekonstruksi. Padahal nyata jika badan ini mengabaikan peran PBB dan menguntungkan kepentingan keamanan Israel,  sebagai anak emas Amerika. 

Indonesia bergabung sebagai salah satu negara pendiri (dari sekitar 20 negara) dengan tujuan memastikan upaya ini mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara (two-state solution).  Mengawasi pemerintahan teknokratis di Gaza, melucuti senjata Hamas, dan mengerahkan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force)..  Board of piece Palestina dibentuk sebagai bagian dari proses penyelesaian konflik Israel-Hamas, dengan fokus pada gencatan senjata, rekonstruksi Gaza, dan transisi pemerintahan.

Demikian, ide pembentukan Board of Piece Gaza (Palestina),  seolah terasa lebih humanis tujuannya.  padahal sejatinya adalah proses pembersihan etnis utamanya muslim Gaza Palestina. Dan hal demikian tidaklah manusiawi dan merupakan pelanggaran HAM berat yang dinormalisasi oleh dunia. 

Palestina adalah tanah milik rakyat Palestina termasuk didalamnya Gaza.  Sedangkan Israel adalah tamu pendatang yang melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina.  Lalu dimanakah logika saat pada akhirnya Hamas sebagai organisasi yang lahir di tanah Gaza dan memperjuangkan hak-haknya yang dirampas  Israel malah harus menyerah kepada Israel dan harus dilucuti persenjataannya oleh Amerika.

Maka disinilah letak ketidakadilan dan  nirlogika  atas keputusan dunia untuk mengkriminalisasi Hamas yang sedang berjuang mempertahankan tanah kelahirannya dari Israel laknatullah,  dengan dalih terorisme.  Yang sejatinya semakin menunjukan jika Amerika sebenarnya adalah diktator penjajah dunia yang sebenarnya.  Yang menimpakan banyak kesulitan dan kesengsaraan hidup bagi umat manusia. Dan negara yang ikut dalam barisan Trump sejatinya adalah para penghianat rakyat.

Karena itu board of piece Palestina sejatinya adalah badan yang dibentuk Trump untuk memuluskan jalan menguasai tanah Gaza Palestina,   dan membentuk riviera timur tengah,  dengan sangat murah. Sebab Trump tidak perlu banyak mengeluarkan dana dan tentara untuk menjadi penjaga kepentingannya.  Cukup dengan memberikan komando pada kepala negara yang menjadi centengnya agar mereka mau dan siap  bertugas menjadi centeng penjaga kepentingan Amerika di Gaza tanpa imbalan sepeser pun,  bahkan harus mengeluarkan banyak modal dan tentaranya.  Sungguh sebuah nalar yang tidak masuk logika,  namun demikianlah fakta dilapangan.

Karenanya Board of Piece Gaza Palestina ini membuat Amerika menang banyak,  dan negara-negara  pengikutnya rugi telak sebab harus mengeluarkan banyak modal dan tentaranya hanya demi diakui oleh Trump sebagai anggota Board of Piece Gaza Palestina,  sementara disisi lain Trump bisa mengawasi Israel lebih fokus agar tidak menggigit dan menghianati kepentingan Amerika di Timur Tengah,  dengan mendirikan negara Israel Raya,  yang bisa  menggeser pengaruh Amerika di Timur Tengah dan dunia. 

Nyata sudah jika kesertaan pemimpin-pemimpin negeri-negeri muslim menjadi anggota  Board of Piece Gaza Palestina,  menunjukan keluguan  politik,  dan peneguhan diri jika mereka adalah agen Amerika yang duduk dikursi kekuasaan kaum muslimin, yang bekerja untuk kepentingan Amerika sebagai sekutu Israel dan penjajah Palestina,  bukan untuk kepentingan kaum muslimin,   bahkan menghianati  kepentingan rakyat Gaza Palestina yang sedang berjuang untuk mengusir Israel dari tanah Palestina. Padahal menghianati amanah kepemimpinan untuk membantu mengusir Israel penjajah dari tanah Palestina adalah perkara salah dan dosa. 

Allah Swt berfirman : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَخُونُوا ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." ( QS.  Al-Anfal :  27). 

Wallahualam. 

KOTA TANGERANG
Polisi Bongkar Peredaran Sabu 27 Kg dalam Kemasan Teh China di Tangerang, Nilainya Tembus Rp41,7 Miliar

Polisi Bongkar Peredaran Sabu 27 Kg dalam Kemasan Teh China di Tangerang, Nilainya Tembus Rp41,7 Miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:02

Dari operasi di dua lokasi berbeda, petugas menyita 27,168 kilogram sabu dan 5.000 butir psikotropika jenis Happy Five (H5) dari tangan dua tersangka berinisial D , 36, dan S, 45.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

OPINI
Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34

Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.

SPORT
Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija  

Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija  

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44

Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill