ALVAboard Tawarkan Solusi Kemasan Efisien di Tengah Tekanan Biaya Industri
Senin, 9 Februari 2026 | 14:21
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TANGERANG – Peluang bisnis properti di wilayah Tangerang dinilai masih tinggi. Ini karena sebagai daerah penyangga Jakarta, Tangerang lebih unggul dibanding wilayah penyangga lainnya.
Menurut pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, pertumbuhan di Tangerang sangat cepat dibanding daerah penyangga lainnya. Hal tersebut lantaran pertumbuhan kelompok urban lebih besar dibanding wilayah lain. “Makanya harga NJOP yang paling besar ya di Tangerang,” kata Dahnil.
Dahnil mengatakan, bisnis properti yang cocok untuk Tangerang adalah untuk kelas medium dan premium. Di antaranya seperti rumah pertokoan (ruko) dan perkantoran. Kalau perumahan, Dahnil melihat kurang cocok, karena besarnya ekspansi pemerintah yang membuat program perumahan rakyat.
“Jadi untuk swasta sektor perumahan kurang cocok karena sudah ada pemerintah yang membuat program perumahan rakyat,” katanya.
Menurut Dahnil, munculnya peluang bisnis properti di daerah penyangga seperti Tangerang karena wilayah Jakarta sudah sangat sumpek dan mahal. Sehingga, sudah tidak begitu menarik bagi kalangan swasta yang ingin bermain di bidang properti. “Jadi kalau untuk melihat efisiensinya, ya memang daerah penyangga seperti Tangerang lebih menguntungkan,”kata Dahnil.
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
TODAY TAGHujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa dua rumah milik warga di Kampung Asem, Desa Kubangan, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 8 Februari 2026.
Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews