Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TANGERANG – Peluang bisnis properti di wilayah Tangerang dinilai masih tinggi. Ini karena sebagai daerah penyangga Jakarta, Tangerang lebih unggul dibanding wilayah penyangga lainnya.
Menurut pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak, pertumbuhan di Tangerang sangat cepat dibanding daerah penyangga lainnya. Hal tersebut lantaran pertumbuhan kelompok urban lebih besar dibanding wilayah lain. “Makanya harga NJOP yang paling besar ya di Tangerang,” kata Dahnil.
Dahnil mengatakan, bisnis properti yang cocok untuk Tangerang adalah untuk kelas medium dan premium. Di antaranya seperti rumah pertokoan (ruko) dan perkantoran. Kalau perumahan, Dahnil melihat kurang cocok, karena besarnya ekspansi pemerintah yang membuat program perumahan rakyat.
“Jadi untuk swasta sektor perumahan kurang cocok karena sudah ada pemerintah yang membuat program perumahan rakyat,” katanya.
Menurut Dahnil, munculnya peluang bisnis properti di daerah penyangga seperti Tangerang karena wilayah Jakarta sudah sangat sumpek dan mahal. Sehingga, sudah tidak begitu menarik bagi kalangan swasta yang ingin bermain di bidang properti. “Jadi kalau untuk melihat efisiensinya, ya memang daerah penyangga seperti Tangerang lebih menguntungkan,”kata Dahnil.
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TODAY TAGPT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memastikan pasokan listrik tetap andal saat peluncuran 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan Presiden RI secara hybrid melalui video conference, Sabtu, 16 Mei 2026.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews