Connect With Us

Berdasarkan Riset, Penjualan Rumah Tertinggi adalah Tangerang

EYD | Rabu, 20 April 2016 | 10:07

Klaster Assati didesain unik, di mana setiap tipe rumah fokus tertuju kepada swimming pool. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Pada kuartal pertama 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai rentang bawah dari proyeksi pertumbuhan sebesar 4,9% – 5,3%. IHSG (indeks harga saham gabungan) mengalami pertumbuhan sebesar 6,3% pada kuartal ini dan ditutup pada posisi 4.885 pada 18 Maret 2016.

Dari sisi mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika mengalami apresiasi sebesar 4,0% menjadi Rp13.098 per dolar. Sementara tingkat inflasi tahunan mencapai 4,2%, atau masih berada dalam proyeksi Bank Indonesia, yakni berkisar 3% – 5%.

Transaksi dan Permintaan Turun

Sejak awal semester kedua 2015, pemerintah telah melakukan relaksasi aturan LTV (loan to value), yang diharapkan akan membantu peningkatan penjualan properti. Akan tetapi, lantaran belum semua pengembang menerapkan aturan ini, maka aturan LTV baru ini belum memberi efek yang signifikan bagi pasar perumahan.

Riset yang dilakukan konsultan properti Cushman & Wakefield selama semester II-2015 memperlihatkan terjadinya perlambatan laju permintaan terhadap hunian tapak, dari 1,7% pada semester I-2015 menjadi 1,3% di semester II-2015.

Rata-rata transaksi rumah pada semester II-2015 mencapai 22 unit per bulan per perumahan. Angka ini memperlihatkan penurunan 6 unit dibandingkan semester sebelumnya. Banyak konsumen yang menunjukkan sikap “wait and see” untuk membeli rumah menyusul melemahnya kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Di sisi lain, fenomena pengurangan pegawai di berbagai perusahaan—khususnya  perusahaan minyak dan gas, menyusul terjunnya harga minyak dunia—turut memengaruhi keputusan beberapa konsumen untuk membeli rumah.

Akan tetapi, kendati jumlah transaksi rumah pada semester II-2015 mengalami sedikit penurunan, secara umum rata-rata nilai penjualan tetap stabil dengan jumlah yang sama pada semester sebelumnya.

Tangerang dan Bekasi

Rata-rata nilai penjualan di Jabodetabek mencapai Rp31,4 miliar per bulan per perumahan. Nilai penjualan per bulan tertinggi terjadi di Tangerang, yaitu sebesar Rp57,3 miliar per bulan per perumahan.

Sementara peningkatan nilai penjualan terbesar terjadi di Bekasi dengan peningkatan sebesar Rp13,7 miliar, menjadi Rp31,5 miliar per bulan per perumahan.

Segmen menengah merupakan segmen yang paling diminati selama semester II-2015, yakni sebesar 34,2% dari total transaksi yang terjadi, diikuti segmen menengah-bawah (29,9%).

Sementara rumah yang paling diminati konsumen adalah tipe dengan luas bangunan 45 m2 – 96 m2 dan luas tanah 60 m2 – 112 m2, dengan harga berkisar Rp750 juta –Rp1,6 miliar.

Kenaikan Harga Melambat

Melemahnya kondisi pasar perumahan di semester II-2015 menyebabkan banyak pengembang menahan diri untuk meluncurkan produk baru. Hal ini tentu mengakibatkan penurunan jumlah pasokan baru yang cukup besar.

Data Cushman & Wakefield menyebut jumlah pasokan baru selama semester II-2015 turun hampir setengah dari jumlah total pasokan baru di semester I-2015, yakni dari 6.178 unit menjadi 3.228 unit.

Sebagian besar pasokan berasal dari segmen bawah dan menengah. Sementara distribusi pasokan terbesar terdapat di Kabupaten Bogor, meskipun hanya berasal dari satu perumahan, yaitu Citra Indah.

Dibandingkan dengan semester pertama 2015, perlambatan kenaikan harga juga terlihat pada semester II-2015. Hal ini terlihat dari rata-rata harga jual di Jabodetabek yang tumbuh hanya 4%. Bandingkan dengan rata-rata harga jual di semester sebelumnya yang menyentuh mencapai 7%.

Sementara itu, harga tanah dan harga bangunan masing-masing tumbuh secara moderat sebesar 4% dan 5%.

Dominasi Segmen Menengah

Cushman & Wakefield memprediksi pasar perumahan tumbuh dengan positif tahun ini. Meski demikian, karena adanya sikap “wait and see” dari beberapa pembeli dan pengembang, pasokan dan permintaan diperkirakan hanya tumbuh dengan angka yang tak terlalu tinggi.

Segmen menengah-bawah dan segmen menengah diproyeksikan masih mendominasi pasar perumahan tahun ini. Sementara tipe rumah yang akan banyak diluncurkan ke pasar berkisar Rp800 juta – Rp2 miliar, dengan luas bangunan 60 m2 – 120 m2 dan luas tanah 90 m2 – 125 m2.

TANGSEL
Tekan Prevalensi Stunting, Pemkot Tangsel Pemperketat Pengawasan Kesehatan Ibu Hamil

Tekan Prevalensi Stunting, Pemkot Tangsel Pemperketat Pengawasan Kesehatan Ibu Hamil

Senin, 20 Juli 2026 | 14:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mencatat penurunan angka prevalensi stunting hingga mencapai 8,2 persen pada tahun 2026. Angka ini dilaporkan telah berada di bawah rata-rata target nasional.

TEKNO
RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

Senin, 20 Juli 2026 | 10:15

RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.

BISNIS
UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

UMKM Bisa Buka Stand Bazar Gratis di MTQ XXIII Banten

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:10

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill