Connect With Us

Harga Rumah Bekas Seken di Tangerang Alami Kenaikan

Fahrul Dwi Putra | Senin, 3 Oktober 2022 | 16:35

Ilustrasi rumah bekas di Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Rumah bekas di kawasan Tangerang secara umum telah mengalami kenaikan harga, berdasarkan catatan Flash Report.

Menurut data laporan, pada Agustus 2022 harga penjualan rumah seken di Tangerang telah berada di level 111,2 poin. Indeks ini naik tipis dari bulan Juli 2022, dan sudah meningkat cukup signifikan dibanding setahun lalu.

Dilansir dari katadata.co.id, Senin 3 Oktober 2022, berikut harga rumah bekas di Tangerang berdasarkan ukurannya per Agustus 2022:

• ≤60 meter persegi: Rp675 juta

• 61-90 meter persegi: Rp1.250 juta

• 91-150 meter persegi: Rp1.950 juta

• 151-250 meter persegi: Rp3.100 juta

• ≥251 meter persegi: Rp6.540 juta

 

Sementara itu, dari Agustus 2021 hingga Agustus 2022 secara year-on-year (yoy), rumah seken di Jabodetabek mengalami kenaikan harga. Untuk Tangerang sendiri tercatat secara umum naik 2,9% (yoy) pada Agustus 2022.

KAB. TANGERANG
Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:07

Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill