Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Bekas pemain Persita Tangerang, Evgeniy Budnik yang saat ini menjadi pemain klub sepak bola Karpaty Lviv di Ukraina mengungkapkan kepiluannya terjebak di Turki saat terjadi perang Ukraina dengan Rusia sekarang ini.
Budnik yang pernah menjadi bagian dari Persita pada 2020 dan kini bermain di kompetisi kasta ketiga Ukraina, saat ini bersama timnya berada di Antalya, Turki untuk mengikuti pemusatan latihan tim pada jeda paruh musim.
Budnik dan rekan-rekan setimnya tak bisa kembali ke Ukraina. Dengan kondisi sekarang terjadi perang, ia pun tak bisa konsentrasi berlatih karena keluarganya masih tinggal di Ukraina. Setiap saat pikirannya tertuju ke keluarga.
"Pikiran saya tidak di sini (pemusatan latihan di Turki), tertuju pada orang tua dan saudara saya di kota saya, Kharkiv. Setiap hari terjadi serangan di sana," kata Budnik kepada The Guardian dikutip dari Daily Mail, Selasa 8 Maret 2022.
Pemain kelahiran Lutsk yang dulu direkrut Persita dari klub Armenia, FC Urartu, itu mengungkapkan, keluarganya hanya berusaha untuk bertahan hidup dengan cara bersembunyi di ruang bawah tanah agar selamat dari serangan Rusia.
“Kami terus berkomunikasi. Ketika saya berbicara sekarang ini, saya terus mencari cara untuk mengeluarkan mereka secepat dan seaman mungkin," ungkap Budnik yang
kariernya di Persita tak berjalan mulus karena kompetisi di Indonesia terhenti lantaran pandemi Covid-19.
Selain selalu terpikir soal keluarga, perasaan Budnik semakin tidak menentu berada di Turki karena juga mendengar pemain muda Lviv, Vitalii Sapylo tewas saat ikut berperang. "Rasanya mengerikan berada begitu jauh,” ucap Budnik yang setelah dari Persita dipinjamkan ke klub lamanya, Urartu dan sejak 2021 berseragam Lviv.
Kesedihan pemain yang pernah memperkuat timnas Ukraina U-21 itu kian bertambah karena apartemennya di Kharkiv juga dibom dampak serangan Rusia. "Saya mempunyai unit apartemen di Kharkiv dan pada hari Rabu apartemen itu dibom. Orang-orang kehilangan tempat tinggal dan jendela pecah di seluruh gedung," ujar Budnik.
Invasi Rusia ke Ukraina telah memakan beberapa korban jiwa dari lapangan hijau. Selain Sapylo, pelatih tim muda Shakhtar Donetsk tewas terkena serpihan peluru militer Rusia. Tak hanya itu, pesepakbola Ukraina lainnya, yakni Dmytro Martynenko (FC Gostomel) juga tewas akibat serangan mematikan dari Rusia.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGAkses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews