MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TANGERANGNEWS.com–Timnas U-17 Indonesia harus berpuas diri setelah menerima kekalahan telak atas Malaysia dengan skor akhir 5-1 dalam laga Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu, 9 Oktober 2022.
Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Bima Sakti mengatakan, kekalahan tersebut merupakan kesalahan dari staf pelatih. Sebab, di setiap pertandingan yang hanya berjarak satu hari tersebut, pihaknya memaksakan mayoritas pemain untuk bermain pada empat pertandingan di Grup B.
Andrika Fathir (kiper), Habil Abdillah, Sulthan Zaky, Muhammad Riski Afrisal, Muhammad Kafiatur Rizky, Arkhan Kaka, dan Rizdjar Subagja merupakan ketujuh pemain yang tidak pernah tergeser sebagai starter pada tiga laga sebelumnya dalam susunan pemain.
Kemudian Bima menyatakan, seharusnya pihaknya mengistirahatkan para pemain utama pada pertandingan pertama melawan Guam, Senin, 3 Oktober 2022 demi menjaga kebugaran. Pada laga tersebut Indonesia menang telak 14-0.
“Satu jam sebelum laga Guam, sebenarnya kami mau mengubah susunan pemain untuk menurunkan pemain dari bench (bangku cadangan). Namun, kami mengambil keputusan yang aman. Jadi, bisa saja kami kalah dari Malaysia karena pemain kelelahan," ujar Bima seperti dikutip dari Tempo.co, Senin, 10 Oktober 2022.
Akibat dari kekalahan tersebut Timnas U-17 Indonesia dipastikan tidak lolos kualifikasi lantaran tidak masuk dalam hitungan dalam penentuan enam runner up terbaik. Itu artinya, kemenangan Indonesia atas Guam 14-0 dan Palestina 2-0 diabaikan. Hanya hasil menang 3-2 atas Uni Emirat Arab dan kalah 1-5 dari Malaysia yang dikalkulasi.
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews