Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Timnas U-17 Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023 setelah kalah 1-5 dari Malaysia dalam laga terakhir Grup B pada Minggu, 9 Oktober 2022 malam.
Meski menempati posisi kedua di grup dan sempat dua kali menang telak, Tim Garuda Muda gagal masuk dalam enam runner-up terbaik dari 10 grup yang ada.
Arkhan Kaka dan kawan-kawan pun harus puas dengan hasil yang didapatkan meskipun cukup mengecewakan.
Bima Sakti memastikan bahwa perjuangan para pemain ini telah berakhir di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.
Oleh karena itu, setelah ini para pemain akan langsung dibubarkan dan dikembalikan ke klub masing-masing.
Apalagi setelah ini Bima langsung fokus ke ajang Asian Youth Games (AYG) 2022 di China pada Desember mendatang.
Mantan pemain timnas Indonesia itu memang sudah mendapat kepercayaan untuk memimpin tim di ajang AYG 2022.
“Setelah ini ada jadwal Asian Youth Games di China,” ujar Bima Sakti kepada awak media dilansir dari BolaSport.com pada Senin, 10 Oktober 2022.
“Sementara untuk ini kami akan kembalikan ke klub masing-masing,” ucapnya.
Bima tak lupa meminta para pemain agar tak merasa putus asa. Perjuangan mereka untuk sampai saat ini sudah bagus, hanya saja kemenangan memang belum berpihak kepada skuad Garuda Asia.
Oleh karena itu, Bima meminta para pemain tetap bangkit dan tak merasa menyerah.
“Persiapan sudah satu bulan lebih, mereka harus bangkit. Tidak boleh putus asa,” kata Bima.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang energi panas bumi atau geotermal nasional dari 2,8 gigawatt (GW) saat ini menjadi 7,9 GW pada 2033.
Paramount Gading Serpong memperkenalkan ‘The Finest Commercial Selection’, rangkaian tiga produk komersial baru yang menyasar kebutuhan pelaku usaha dan investor.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews