Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Tim Free Fire Tangcity Esports akan memulai petualangan baru di Free Fire Master League (FFML) Season 5 Divisi 1 yang digelar mulai 18 Februari 2022 mendatang. Naik kasta dari Divisi 2 musim lalu, Tangcity Esports memperkenalkan wajah-wajah baru.
Khairul Lail a.k.a BULEE akan memimpin rekan setimnya yakni Dava Apriliadi (DAPA-), Yudiaji (Axecoy), M. Adikariz Wiardana (Mitzyyy), Munadi Arif (MrKepo), dan M. Rizky Pratama putra (RIZZ) yang menjadi anggota termuda dalam skuad ini.

Target tinggi dipatok Tangcity Esports dalam penampilan perdana mereka di panggung Divisi 1.
Direktur Tim Norman Eka Saputra mengatakan, sejak awal berdiri pada 2019, pihaknya memang memasang target untuk berpartisipasi dalam kompetisi profesional level tertinggi di dalam negeri.
"Dan seluruh pemain maupun manajemen mampu mewujudkannya saat Tangcity Esports belum genap 3 tahun eksis," ujar Norman yang juga menjabat sebagai VP Director Tangcity Superblock ini.
Sebelum bertanding di Divisi 1, Bulee dan kawan-kawan harus menjalani serangkaian persiapan baik teknis maupun non-teknis.

Seperti misalnya, rehearsal, interview, latihan, bahkan swab antigen yang berlaku untuk pemain maupun manajemen dalam kegiatan offline.
"Kami mempersiapkan Gaming House untuk para pemain sejak awal tim ini berdiri di Skandinavia Apartment, Tangcity Superblock. Mereka stay di sana untuk pemusatan latihan dan memperlakukan sistem bubble mandiri, yang nantinya akan berdampak juga kepada kesehatan kita bersama," ujar Norman.
Bergabungnya Tangcity Esports dalam FFML Season 5 Divisi 1 diharapkan akan membuat peta persaingan di scene kompetitif Free Fire Indonesia menjadi semakin menarik.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews