Connect With Us

Aksi Elanto Hentikan Moge yang dikawal Polisi

 

Dibaca : 798

Elanto Wijoyono, 32 tahun, warga Yogyakarta yang menghentikan konvoi motor gede di simpang Condong Catur, Yogyakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2015 mengatakan sempat berdebat sengit dengan salah seorang pengendara yang turun dari mogenya. "Awalnya bapak (pengendara moge) itu tanya, 'kenapa dicegat, siapa kamu?'" ujar Elanto yang akrab disapa Joyo itu,  Minggu 16 Agustus 2015.

Dalam video yang tersebar di YouTube maupun foto-foto yang dibagikan di media sosial, terlihat salah seorang pengendara moge turun dari motornya dan menantang aksi Elanto. Elanto mengatakan si pengendara moge yang berhadapan dengannya dengan ketus mengatakan, "Apa kamu tidak lihat kami dikawal polisi ?" ujar pria kurus berkacamata itu menirukan.

Elanto menimpali, "Fungsi patwal (patroli dan pengawalan) apa? Urusan kenegaraan kan, bukan acara hura-hura seperti ini."  Si pengendara moge tak mau kalah memotong Elanto, "Ini acara negara juga!" ia membentak.  

Elanto membalas, "Kenegaraan apa?"

Pengendara moge pun buru-buru menutup pembicaraan karena lampu lalu lintas menyala hijau tanda kendaraan harus jalan, "Acara 17 Agustusan," ujarnya.

Para pengendara moge tersebut menggelar acara Jogja Bike Rendesvous di Yogyakarta selama 14-17 Agustus 2015. Salah satunya acara memasang bendera sebanyak 70 buah di komplek Candi Prambanan yang diikuti konvoi moge.

Elanto menuturkan aksinya dilakukan karena ia jengah dengan polisi yang membiarkan aksi ugal-ugalan para pengendara moge. Tahun 2014, saat acara serupa Jogja Bike Rendezvous digelar, Elanto juga melakukan aksi penghadangan. Namun hasilnya tak signifikan.

Kali ini, sebelum melancarkan aksinya, ia mendatangi kepolisian, baik di Direktorat Lalu Lintas Polda DIY dan polisi yang berjaga di pos simpang Condong Catur untuk meminta agar pengendara moge harus ditertibkan dan tak main serobot.

Oleh Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, pria kelahiran 23 September 1982 itu tidak diacuhkan, sehingga Elanto nekat menggelar aksi penghadangan. "Aturan berhenti saat lampu merah ini urusan sepele, tapi negara tak mampu mengawal, apalagi untuk urusan besar," ujarnya.

Dalam aksinya itu, sejumlah polisi yang berjaga di simpang Condong Catur justru malah mendukung aksi Elanto. Mereka curhat karena tak berdaya menghadapi aksi ugal-ugalan pengendara moge yang sejak lama dibiarkan karena instruksi pusat. "Alasannya macam-macam, ada instruksi kapolri kek, takut dimutasi jika melawan," ujar Elanto.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill