Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGSEL-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menggelar Job Fair 2015 sejak 4 hingga 6 Juni di lapangan ITC BSD, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (4/6).
Kepala Dinas Dinsosnakertrans Kota Tangsel Purnama Wijaya mengatakan, dalam job fair ini ada sebanyak 56 perusahaan ikut meramaikan bursa. Sementara jumlah perusahaan penerima tenaga kerja sebanyak 14.385 lowongan.
"Jumlah ini ada peningkatan dari jumlah tahun lalu, dimana tahun lalu jumlah perusahaan yang ikut 50 sementara jumlah lowongan kerja 9.320," katanya.
Diungkapkan Purnama, saat ini perusahaan yang banyak membutuhkan lowongan kerja adalah retail, transportasi blue bird, Alfamart, dan perusahaan dari luar negeri.
“Job Fair merupakan kebijakan Pemerintah Tangsel dalam mengurangi angka pengangguran dan memberikan kesempatan yang luas bagi warga Tangsel untuk memperoleh kesempatan lebih luas dalam memasuki dunia kerja,” tuturnya.
Purnama menjelaskan, tantangan saat ini menjadi semakin berat. Penyebabnya Indonesia masuk pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sehingga berdampak pada terbukanya persaingan antara tenaga kerja dalam negeri dengan pekerja dari dunia luar untuk ikut mengakses dunia kerja yang sama dengan siapa pun.
“Pihak swasta atau pemberi kerja untuk bisa membuka peluang lebih besar kepada warga Kota Tangsel,” tandasnya.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TODAY TAGPT PLN Persero melalui Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar kegiatan Inspiring Srikandi, yakni program untuk mendorong peningkatan kapasitas sekaligus kontribusi nyata para pekerja perempuan.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan pengamanan data masyarakat dalam layanan Tangsel One.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews