Connect With Us

Kumpulan Komentar Turunnya Predikat Tangsel soal WTP

Denny Bagus Irawan | Minggu, 7 Juni 2015 | 18:11

Eutik Suarta (tangerangnews / deddy)


TANGERANG SELATAN-Berbagai alasan dikemukakan pejabat di Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam menyikapi persoalan mengapa di Tangerang Raya hanya Kota Tangsel saja yang tak dapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Kota Tangsel pada pengelolaan keuangan tahun 2014 yang dinilai pada 2015 ini. 

Mulai dari Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengutarakan alasannya. "Pertama, soal aset pasar yang sampai saat ini masih tahapan proses penyerahan. Kedua, masih adanya kegiatan yang belum selesai oleh pihak ketiga pada Dinas Kesehatan tahun 2014,” ujar Benyamin.

Menurutnya, program yang belum dirampungkan Dinkes saat ini sedang dikebut. Sedangkan berkaitan dengan penyerahan aset, prosesnya di Kabupaten Tangerang sudah relatif selesai.


Eutik Suarta
Kota Tangsel meraih WTP pertama pada penilaian sistem pengelolaan keuangan pada 2010, ditahun ketiga usia Pemkot Tangsel, tepatnya sejak lahirnya Tangsel pada Nopember 2008. Ketika itu, Kota Tangsel dipimpim  Pjs Wali Kota, yakni Eutik Suarta.

"Penghargaan ini merupakan pertama bagi Kota Tangsel dan prestasi terbaik sebagai daerah pemekaran yang berusia dua tahun," kata Sekda Kota Tangsel, Dudung E Diredja pada Rabu, 1 Juni 2011 lalu.

Namun, penghargaan WTP, diterima  Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany pada tanggal 27 Mei 2011 setelah dirinya terpilih menjadi dalam Pilkada. Penghargaan pertama itu tertulis pada file Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Banten melalui surat nomor 164B/S/VVVIII/SRG/05/2011.

Ditambahkan Dudung, Kota Tangsel mendapat penghargaan karena beberapa faktor. "Salah satuny  yakni komitmen dari pimpinan untuk memperbaiki sistem administrasi dan laporan keuangan," katanya.


Mantap! Kota Tangsel Dua Kali Raih WTP

Pada Selasa 29 Mei 2012, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menyebarkan kabar baik kepada wartawan mengenai penghargaan WTP yang diraih untuk kedua kalinya.

Dia saat itu mengatakan, pihaknya terus termotivasi untuk melakukan yang terbaik. Dan, dia juga mengharapkan jajarannya pun ikut turut bersama-sama melayani masyarakat Tangsel.“Ini(penghargaan) akan menjadi pemacu kami. Ini hasil kerja keras seluruh SKPD,” ujar Airin merendah.

Tangsel Raih WTP untuk Ketiga kalinya


Untuk kali ketiga, Kota Tangsel meraih penghargaan pengelolaan keuangan daerah dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI perwakilan Provinsi Banten. Wali Kota Airin Rachmi Diany menganggap penghargaan WTP ketiga ini sebagai suatu keharusan bagi pemerintahannya.

Penghargaan diserahkan langsung Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Banten I Nyoman Wara kepada Airin, disaksikan Ketua DPRD Tangsel Bambang F Rachmadi, dengan dibarengi acara penyerahan LHP dan LKPD TAHUN 2012, di Ruang rapat Kepala BPK RI Banten, Jumat 7 Juni 2013.

“Ini adalah suatu kewajiban. Diharapkan, ke depan bisa jauh lebih baik lagi,” kata Airin saat itu.

Setelah itu, pada Sabtu 31 Mei 2014 serta Kamis 28 Mei 2015 Kota Tangsel mengalami penurunan prestasi. Kota Tangerang hanya  meraih Wajar Dengan Pengecualian. 



 

NASIONAL
PLN Gaspol Proyek Surya Raksasa 1,2 GW, Target Operasi 2029

PLN Gaspol Proyek Surya Raksasa 1,2 GW, Target Operasi 2029

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:38

PT PLN Persero mulai menggeber proyek energi terbarukan skala besar melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I dengan kapasitas mencapai 1,225 gigawatt.

WISATA
Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan

Senin, 27 April 2026 | 07:36

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

SPORT
Bintang Persita Asal Korsel Bakal dinaturalisasi, PSSI Masih Tunggu Proses di DPR

Bintang Persita Asal Korsel Bakal dinaturalisasi, PSSI Masih Tunggu Proses di DPR

Senin, 27 April 2026 | 07:52

Gelandang Persita Tangerang asal Korea Selatan (Korsel) Bae Sin-yeong berpeluang akan segera membela Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill