Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANG SELATAN-Sebanyak 20 orang pekerja seks komersil (PSK) yang biasa menjajakan tubuhnya di daerah Setu, Gaplek, Alang-alang, Tegal Rotan, Sawah Baru dan Vicktor di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terjaring razia petugas Satpol PP setempat.
“Kami melakukan razia, hasilnya 20 PSK terjaring. Adapun lokasi tempat mereka terjaring adalah di sejumlah titik yang biasa mereka mangkal,” ujar Kepala Satpol PP Kota Tangsel Azhar Syam’un, Kamis (6/8).
Seperti biasa, kata dia, para PSK itu mangkal di lokasi yang berada di lokasi gelap. “Biasanya mereka tak mau berdiri disela-sela PJU, atau spot yang gelap,” tuturnya.
Meski gelap, para penggoda pria hidung belang tersebut tetap saja terpantau petugas Satpol PP Tangsel.
“Karena terlihat dari bayangan, ketika kita datang mereka kocar-kacir berlarian, ada juga yang ngumpet. Saya merasa senang juga Dinas Pertamanan sudah menerangkan lampu, jadi ketahuan yang ngumpet,” ujar Azhar.
Setelah hanya mendapat belasan PSK, petugas Satpol PP tak kehabisa akal. Mereka pun kemudian mengitari kemabli lokasi yang sudah mereka razia. “Mereka tak menyangka kami akan membuat dua kali putaran, sehingga banyak juga yang kaget dan lari kencang,” tuturnya.
Ketika akan dibawa oleh Satpol PP, para wanita itu menolak disangka menjadi PSK. Namun, Azhar mengaku, sudah hapal sekali dengan wajah-wajah PSK di Tangsel. “Karena yang ditangkap kan yang itu-itu saja mukanya,” terangnya.
Sedangkan saat ditanya lokasi tempat para PSK untuk eksekusi kepana tak dirazia, Azhar mengaku tidak mengetahui lokasinya. “Mereka ini kan dibawa, nyetop dipnggir jalan, lalu dibawa. Dibawahnya kemana? Ya kami tidak tahu,” ujar Azhar.
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dimanfaatkan RS Melati Kota Tangerang untuk menegaskan langkah transformasi layanan kesehatan kepada masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews