Connect With Us

Ibu & Anak Tersambar Kereta di Tangsel Warga Ciputat

Denny Bagus Irawan | Kamis, 15 Oktober 2015 | 17:24

Tampak petugas Polsek Serpong saat melakukan pemeriksaan kejadian tempat perkara. (Dira Derby / Tangerangnews)


TANGERANG SELATAN-Peristiwa memilukan yang terjadi kepada seorang ibu dan anak karena disambar Kereta Api di perlintasan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya telah diketahui identitas korban. Berdasarkan data dari RSUD Kabupaten Tangerang, sang ibu diketahui bernama Dewi Halimah ,35, sedangkan sang anak bernama Shibran Machrozal,3.

 

Keduanya merupakan ibu dan anak yang berdomisili di kawasan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangsel. Diketahui sebelumnya, seorang wanita dan seorang anak kecil ditemukan tewas dengan kondisi luka parah di perlintasan kereta api Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangsel pada Rabu (14/10) malam kemarin. #Ibu dan Anak Tewas Tersambar Kereta di Rawa Buntu Serpong

 

Kuat dugaan keduanya tewas tersambar kereta. Tidak ditemukan identitas apapun pada kedua mayat. Jenazah keduanya dijemput oleh sang suami, Fikri ,45 yang ditemani dua tetangganya. Saat hendak diwawancara, Fikri menolak berbicara kepada wartawan.

 

Salah satu tetangga yang mendampingi mengatakan, Dewi dan Shibran diketahui sudah tidak ada di rumah sejak pukul 20.00 kemarin. "Dicari-cari enggak ketemu. Lalu dapat kabar ada yang tersambar kereta, ternyata benar," kata tetangga yang menolak menyebut namanya itu.

 

Menurutnya, Dewi semasa hidupnya bekerja sebagai seorang sales kompor. "Suaminya kerja sebagai guru di SMP PGRI Ciputat. Shibran anak paling kecil dari empat bersaudara," katanya lagi singkat sebelum menolak diwawancara lebih lanjut.

 

Kasus ini sendiri sudah ditangani Polsektro Serpong. Dari keterangan beberapa saksi, dilaporkan bahwa Dewi dan Shibran terlihat menabrakkan diri ke kereta api yang melintas dari arah Tanah Abang menuju Serpong pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

KAB. TANGERANG
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang Kembali Hadir, Beras 5 Kg Cuma Rp24.500

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:21

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali digelar di halaman Gedung Usaha Daerah (GUD) Tigaraksa, Kamis 15 Oktober 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill