Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Genangan sepanjang 200 meter kerap menggenangi Jalan Raya Cilenggang, lokasinya persis di depan Kantor Indosat BSD, jalan raya yang bersebelahan dengan Jalan Raya BSD Boulevard arah lampu merah German Centre.
Cahyadi salah seorang pemilik warung rokok pinggir jalan tersebut menuturkan hal ini sudah berlangsung sejak lima bulan lalu.
"Di sini jangan kan musim hujan, musim kemarau saja selalu tergenang dan bisa dua minggu baru surut," katanya.
Menurut dia, genangan air disebabkan akibat adanya ketinggian saluran air nya lebih tinggi dari jalan raya. "Dari dinas kadang suka datang ke sini untuk melakukan penyedotan genangan air," terang Cahyadi.
Fahat warga sekitar mengatakan, motor dia pernah mogok karena dipaksakan untuk melintasi genangan tersebut.
"Tolong lah Pemkot Tangsel, karena kontras sekali kalau bandingkan dengan Jalan Boulevard BSD yang disebelahnya. Kok mengurusi seperti ini saja sampai lima bulan enggak beres," ujarnya.
Pantauan TangerangNews.com di lokasi memang terlihat genangan sepanjang 200 meter dan kedalaman kurang lebih 30 sentimeter. Hal itu membuat macet arus lalu lintas. Ditambah adanya karung-karung berisi lumpur sisa pengerukan yang dilakukan petugas yang justru malah menutupi saluran air yang membuat air semakin tidak mengalir.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGPergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews