Connect With Us

Genangan di Cilenggang Buat Masyarakat Kesal

Yudi Adiyatna | Kamis, 23 Maret 2017 | 16:00

Jalan di Cilenggang terdapat genangan sepanjang 200 meter, Kamis (23/3/2017). (@tangerangnews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Genangan sepanjang 200 meter kerap menggenangi Jalan Raya Cilenggang,  lokasinya persis di depan Kantor Indosat BSD,  jalan raya yang bersebelahan dengan Jalan Raya BSD Boulevard arah lampu merah German Centre.

 

Cahyadi salah seorang pemilik warung rokok pinggir jalan tersebut menuturkan hal ini sudah berlangsung sejak lima bulan lalu. 
"Di sini jangan kan musim hujan, musim kemarau saja selalu tergenang dan bisa dua minggu baru surut," katanya.

 

Menurut dia, genangan air disebabkan akibat adanya ketinggian saluran air nya lebih tinggi dari jalan raya. "Dari dinas kadang suka datang ke sini untuk melakukan penyedotan genangan air," terang Cahyadi.

 

Fahat warga sekitar mengatakan,  motor dia  pernah mogok karena dipaksakan untuk melintasi  genangan tersebut.
"Tolong lah Pemkot Tangsel, karena kontras sekali kalau bandingkan dengan Jalan Boulevard BSD yang disebelahnya. Kok mengurusi seperti ini saja sampai lima bulan enggak beres,"  ujarnya.

 

Pantauan TangerangNews.com  di lokasi memang terlihat genangan sepanjang 200  meter dan kedalaman kurang lebih 30 sentimeter. Hal itu membuat  macet arus lalu lintas. Ditambah adanya karung-karung berisi lumpur sisa pengerukan yang dilakukan petugas yang justru malah menutupi saluran air yang membuat air semakin tidak mengalir.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill