Connect With Us

Hore, Commuterline kini sampai Rangkasbitung

Yudi Adiyatna | Minggu, 2 April 2017 | 16:00

Kabar mengenai kereta Commuterline dari Serpong akan sampai Rangkasbitung, membuat pengguna kereta di Stasiun Serpong senang. (@tangerangnews 2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Per 1 April kemarin, Perjalanan Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuterline kini sudah menjangkau sampai Stasiun Rangkasbitung.


Masyarakat pengguna kereta api  yang berangkat dari Stasiun Serpong yang biasanya  menggunakan kereta lokal saat ini berganti menjadi kereta Commuterline.


Jadwal keberangkatan KRL yang diperoleh TangerangNews.com,   dari Stasiun Serpong tercatat ada total 16 kali  pemberangkatan kereta Commuterline relasi Tanah Abang-Rangkasbitung (PP) via stasiun Serpong setiap hari. Dengan jadwal pemberangkatan dari Stasiun Serpong sebagai berikut:


No KA.              Waktu Pemberangkatan :

1.1914                           06.29
2.1922.                          07.13
3.1936.                          08.28
4.1948.                          09.34
5.1956.                          10.14
6.1968.                          11.30
7.1980.                          12.44
8.1988.                          13.29
9.1994.                          14.18
10.2002.                        15.09
11.2022.                        17.05
12.2034.                        18.05
13.2044.                        19.00
14.2060.                         20.25
15.2070.                         21.40
16.2076.                         22.24

Salah seorang pengguna Commuterline bernama Sanah mengatakan, dirinya merasa senang karena tak perlu ganti kereta lagi. "Kita senang sekarang kereta ke Rangkas pakai Commuterline. Adem ada AC nya, dan juga nyaman dibanding sebelumnya menggunakan kereta lokal,"ujar Sanah di Stasiun Serpong.  

Tangsel

Dia tidak mempersoalkan jarak tempuh yang akan lebih lama,  karena kereta Commuterline berhenti di semua stasiun pemberhentian.

"Kalau dulu kan kereta lokal cuma berenti di Stasiun besar saja," kata wanita yang setiap harinya berjualan sayur di Pasar Serpong itu.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill