Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Per 1 April kemarin, Perjalanan Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuterline kini sudah menjangkau sampai Stasiun Rangkasbitung.
Masyarakat pengguna kereta api yang berangkat dari Stasiun Serpong yang biasanya menggunakan kereta lokal saat ini berganti menjadi kereta Commuterline.
Jadwal keberangkatan KRL yang diperoleh TangerangNews.com, dari Stasiun Serpong tercatat ada total 16 kali pemberangkatan kereta Commuterline relasi Tanah Abang-Rangkasbitung (PP) via stasiun Serpong setiap hari. Dengan jadwal pemberangkatan dari Stasiun Serpong sebagai berikut:
No KA. Waktu Pemberangkatan :
1.1914 06.29
2.1922. 07.13
3.1936. 08.28
4.1948. 09.34
5.1956. 10.14
6.1968. 11.30
7.1980. 12.44
8.1988. 13.29
9.1994. 14.18
10.2002. 15.09
11.2022. 17.05
12.2034. 18.05
13.2044. 19.00
14.2060. 20.25
15.2070. 21.40
16.2076. 22.24
Salah seorang pengguna Commuterline bernama Sanah mengatakan, dirinya merasa senang karena tak perlu ganti kereta lagi. "Kita senang sekarang kereta ke Rangkas pakai Commuterline. Adem ada AC nya, dan juga nyaman dibanding sebelumnya menggunakan kereta lokal,"ujar Sanah di Stasiun Serpong.

Dia tidak mempersoalkan jarak tempuh yang akan lebih lama, karena kereta Commuterline berhenti di semua stasiun pemberhentian.
"Kalau dulu kan kereta lokal cuma berenti di Stasiun besar saja," kata wanita yang setiap harinya berjualan sayur di Pasar Serpong itu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGBupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menghadiri peluncuran awal Politeknik Ismet Iskandar Indonesia yang berlokasi di kawasan CBD Karang Tengah, Kota Tangerang, Sabtu, 2 Mei 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews