Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Reforma Agraria
Minggu, 3 Mei 2026 | 09:13
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TANGERANGNEWS.com-Per 1 April kemarin, Perjalanan Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuterline kini sudah menjangkau sampai Stasiun Rangkasbitung.
Masyarakat pengguna kereta api yang berangkat dari Stasiun Serpong yang biasanya menggunakan kereta lokal saat ini berganti menjadi kereta Commuterline.
Jadwal keberangkatan KRL yang diperoleh TangerangNews.com, dari Stasiun Serpong tercatat ada total 16 kali pemberangkatan kereta Commuterline relasi Tanah Abang-Rangkasbitung (PP) via stasiun Serpong setiap hari. Dengan jadwal pemberangkatan dari Stasiun Serpong sebagai berikut:
No KA. Waktu Pemberangkatan :
1.1914 06.29
2.1922. 07.13
3.1936. 08.28
4.1948. 09.34
5.1956. 10.14
6.1968. 11.30
7.1980. 12.44
8.1988. 13.29
9.1994. 14.18
10.2002. 15.09
11.2022. 17.05
12.2034. 18.05
13.2044. 19.00
14.2060. 20.25
15.2070. 21.40
16.2076. 22.24
Salah seorang pengguna Commuterline bernama Sanah mengatakan, dirinya merasa senang karena tak perlu ganti kereta lagi. "Kita senang sekarang kereta ke Rangkas pakai Commuterline. Adem ada AC nya, dan juga nyaman dibanding sebelumnya menggunakan kereta lokal,"ujar Sanah di Stasiun Serpong.

Dia tidak mempersoalkan jarak tempuh yang akan lebih lama, karena kereta Commuterline berhenti di semua stasiun pemberhentian.
"Kalau dulu kan kereta lokal cuma berenti di Stasiun besar saja," kata wanita yang setiap harinya berjualan sayur di Pasar Serpong itu.
Rencana pembangunan 3 juta rumah yang dijalankan pemerintah dinilai belum sepenuhnya menyentuh persoalan mendasar terkait reforma agraria.
TODAY TAGKabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews