Connect With Us

Jumlah Penduduk di Tangsel Meledak 2018

Yudi Adiyatna | Minggu, 31 Desember 2017 | 12:00

Ade Anwar, Kepala Sub Direktorat Mekanisme Operasional Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Laju pertumbuhan penduduk (LPP) Kota Tangsel masih yang tertinggi di Banten, data Badan Pusat Statistik Banten, tahun 2016 LPP di Tangsel mencapai 3,28%.  

Kota Tangsel memiliki luas 147,19 kilometer persegi. Atau 1,63 persen dari luas wilayah Provinsi Banten. Kota Tangsel  dihuni oleh 1.593.812 dengan kepadatan penduduk 10.828,26 setiap kilometer persegi.

BACA JUGA:

Sejak berdiri,  penduduk Tangsel terus bertambah seiring dengan pesatnya perkembangan kota, terutama industri properti.

Tahun 2012, jumlah penduduk Tangsel sebanyak 1.394.405 jiwa. 

Kemudian bertambah menjadi 1.492.999 jiwa ditahun 2013. Sebanyak  1.543.209 jiwa 2014. Sebanyak 1.593.812 jiwa 2015. Tetus meningkat sebanyak 1.593.812 jiwa 2016. 

Terus bertambahnya jumlah penduduk Tangsel tersebut tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany untuk membuat skema kebijakan mengendalikannya.

Ade Anwar, Kepala Sub Direktorat Mekanisme Operasional Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan,  lonjakan penduduk di Kota Tangsel bukan karena tingkat kelahiran. 

Melainkan karena letak geografis Tangsel yang strategis yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta. 

Sehingga kota ini menjadi tujuan migrasi penduduk di Indonesia.

"Kalau dari segi kelahiran rate atau angka kelahiran kasar, Tangsel sejajar dengan Kabupaten atau Kota di Provinsi Banten," ujarnya, Sabtu (30/12/2017).

Namun, lanjut Ade, tingginya laju pertumbuhan penduduk tersebut tetap saja menjadi masalah cukup serius bagi Pemkot Tangsel. 

Ia berharap perangkat organisasi daerah lintas sektor di Kota Tangsel untuk saling bersinergi dalam mengatasi persoalan yang muncul karena masalah kependudukan untuk keberhasilan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang digaungkan oleh BKKBN.

"Kampung KB itu tujuan utamanya meningkatkan keluarga menjadi lebih berkualitas," tambahnya.

Ada aspek lainnya terkait pemenuhan delapan fungsi keluarga.  Diantaranya fungsi agama, sosial dan budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan. 

Kedelapan fungsi keluarga itu tidak mungkin dapat dikerjakan hanya oleh BKKBN, melainkan perlu dukungan program lintas sektor sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sektor terkait tersebut.

Ade mencontohkan untuk fungsi agama sektor terkait adalah Kantor Kementrian Agama di Tangsel. 

Begitu juga untuk fungsi sosialisasi dan pendidikan sangat erat kaitannya dengan Dinas Pendidikan.

"Jadi ada intervensi-intervensi program dari lintas sektor terhadap Kampung KB, hanya namanya saja Kampung KB, namun garapan programnya harus lintas sektor," terangnya.

Kampung KB yang dicanangkan Presiden Joko Widodo 2016 yang lalu itu pun rencananya akan diperluas cakupan wilayahnya yang awalnya hanya setingkat dusun di satu desa atau kelurahan pada satu kecamatan. Pada periode berikutnya akan dinaikkan levelnya setingkat kelurahan atau desa.

"Dalam waktu dekat kita akan luncurkan Instruksi Presiden tentang Operasionalisasi Kampung KB," imbuhnya.

Selain itu, kata dia, ditahun 2018, pemerintah pusat akan menggelontorkan biaya operasional untuk tiap-tiap Kampung KB yang telah dicanangkan ditiap-tiap Kecamatan. Dimana saat ini terdapat satu Kampung KB untuk tiap Kecamatan di Indonesia. 

Besarnya biaya operasionalnya tersebut terbagi dalam tiga kriteria, yakni Rp80 juta untuk Kampung KB diwilayah pekkotaan, Rp90 juta untuk Kampung KB yang berlokasi di daerah tertinggal perbatasan dan kumuh (DTPK) dan Rp100 juta untuk Kampung KB yang berada di daerah DTPK)

"Anggaran ini usulan kita, mekanisme penyaluranya melalui dana alokasi khusus," tukasnya.(DBI/RGI)

SPORT
Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Senin, 3 Agustus 2026 | 22:17

Ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

BANTEN
Aktivis Virdian Aurellio Beberkan Carut Marut Banten: Dari Dinasti Politik, Korupsi hingga Infrastruktur Buruk

Aktivis Virdian Aurellio Beberkan Carut Marut Banten: Dari Dinasti Politik, Korupsi hingga Infrastruktur Buruk

Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:00

Aktivis sekaligus konten kreator muda, Virdian Aurellio menyoroti berbagai persoalan yang melanda Provinsi Banten.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

PROPERTI
Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus Harian, Simak Rute dan Jadwalnya

Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus Harian, Simak Rute dan Jadwalnya

Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:12

Warga Tangerang kini memiliki pilihan transportasi baru untuk menuju Jakarta. Paramount Petals menghadirkan layanan shuttle bus harian yang menghubungkan kawasan Paramount Petals dengan Counter DayTrans Grogol, Jakarta Barat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill