Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Anggota Komisi IX DPR RI, Siti Masrifah mengingatkan masyarakat, terutama kaum perempuan untuk tidak menggunakan kosmetik ilegal karena berbahaya untuk kesehatan.
Hal itu dipaparkannya saat menjadi narasumber sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE obat dan makanan di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel, Senin (17/4/2018).
"Niat kaum perempuan menggunakan kosmetik adalah memperbaiki penampilan dan menambah rasa percaya diri, namun jika yang digunakan produk ilegal yang mengandung bahan berbahaya bisa berbahaya bagi kesehatan," ungkapnya.
Ia menekankan, secara tidak sadar, dengan menggunakan produk kosmetik ilegal, maka bahan-bahan berbahaya dan logam-logam berat menempel pada kulit sehingga mengakibatkan iritasi pada kulit.
Hal ini juga yang memicu meningkatnya jumlah penderita kanker kulit yang disebabkan bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik ilegal tersebut.
"Untuk menghentikan menjamurnya barang palsu itu perlu usaha bersifat preventif dan masyarakat sebagai konsumen perlu lebih waspada terhadap kosmetik palsu," tegasnya.
Dihadapan ratusan peserta itu, Masrifah juga mengatakan, kesadaran masyarakat memilih produk kosmetik yang legal dan aman sangat penting. Hal ini karena meskipun telah ada UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun jika tingkat kesadaran masyarakat rendah, dipastikan produk kosmetik palsu tetap menjamur dipasaran.
Maka masyarakat pun dituntut menjadi konsumen yang cerdas dengan mengetahui langkah efektif dalam memilih serta juga mengetahui jenis-jenis bahan berbahaya yang biasa terkandung dalam kosmetik ilegal.
Soal memilih, Masrifah menekankan sisi legalitas sebuah produk. Produk yang legal harus terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.
"Pertama, pilihlah produk yang terdaftar di pemerintah. Hal itu bisa dilihat dari tanda apakah produk tersebut sudah ada nomor notifikasi BPOM atau belum," terangnya.
Nomor notifikasi, lanjutnya itu penting, karena setiap produk kosmetik wajib memiliki izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.
"Cek pada label kosmetik yang akan dibeli, apakah telah mencantumkan nomor notifikasi atau tidak? Jika tidak ada, berarti ilegal," katanya.
Nomor notifikasi itu berupa 11 digit nomor dengan kode awal tertentu, NA untuk kosmetik yang diproduksi di benua Asia, NB untuk yang diproduksi di benua Australia, NC diproduksi di benua Eropa, ND diproduksi di benua Amerika dan NE diproduksi di benua Afrika.
Selain itu mengecek nomor notifikasi, langkah lain sebagai konsumen cerdas adalah dengan memeriksa kondisi kemasan, label, izin edar dan tenggat kadaluarsa.
"Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas, tidak percaya iklan begitu saja, harus teliti, selektif serta mencari tahu sumber kosmetik yang aman dengan nomor izin edar yang berlaku," tukasnya.(RAZ/HRU)
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews