Connect With Us

Anggota DPR RI Ingatkan Ibu-ibu Tangsel Bahaya Kosmetik Ilegal

Yudi Adiyatna | Senin, 16 April 2018 | 17:00

Sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE obat dan makanan di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel, Senin (17/4/2018). (@TangerangNews/2018 / Yudi Adiyatna)


TANGERANGNEWS.com-Anggota Komisi IX DPR RI, Siti Masrifah mengingatkan masyarakat, terutama kaum perempuan untuk tidak menggunakan kosmetik ilegal karena berbahaya untuk kesehatan.

Hal itu dipaparkannya saat menjadi narasumber sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE obat dan makanan di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel, Senin (17/4/2018).

"Niat kaum perempuan menggunakan kosmetik adalah memperbaiki penampilan dan menambah rasa percaya diri, namun jika yang digunakan produk ilegal yang mengandung bahan berbahaya bisa berbahaya bagi kesehatan," ungkapnya.

Ia menekankan, secara tidak sadar, dengan menggunakan produk kosmetik ilegal, maka bahan-bahan berbahaya dan logam-logam berat menempel pada kulit sehingga mengakibatkan iritasi pada kulit.

Hal ini juga yang  memicu meningkatnya jumlah penderita kanker kulit yang disebabkan bahan kimia yang  terkandung dalam kosmetik ilegal tersebut.

"Untuk menghentikan menjamurnya barang palsu itu perlu usaha bersifat preventif dan masyarakat sebagai konsumen perlu lebih waspada terhadap kosmetik palsu," tegasnya.

Dihadapan ratusan peserta itu, Masrifah juga mengatakan, kesadaran masyarakat memilih produk kosmetik yang legal dan aman sangat penting. Hal ini karena meskipun telah ada UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, namun jika tingkat kesadaran masyarakat rendah, dipastikan produk kosmetik palsu  tetap menjamur dipasaran.

Maka masyarakat pun dituntut menjadi konsumen yang cerdas dengan mengetahui langkah efektif dalam memilih serta juga mengetahui jenis-jenis bahan berbahaya yang biasa terkandung dalam kosmetik ilegal.

Soal memilih, Masrifah menekankan sisi legalitas sebuah produk. Produk yang legal harus terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Pertama, pilihlah produk yang terdaftar di pemerintah. Hal itu bisa dilihat dari tanda apakah produk tersebut sudah ada nomor notifikasi BPOM atau belum," terangnya.

Nomor notifikasi, lanjutnya itu penting, karena setiap produk kosmetik wajib memiliki izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

"Cek pada label kosmetik yang akan dibeli, apakah telah mencantumkan nomor notifikasi atau tidak? Jika tidak ada, berarti ilegal," katanya.

Nomor notifikasi itu berupa 11 digit nomor dengan kode awal tertentu, NA untuk kosmetik yang diproduksi di benua Asia, NB untuk yang diproduksi di benua Australia, NC diproduksi di benua Eropa, ND diproduksi di benua Amerika dan NE diproduksi di benua Afrika.

Selain itu mengecek nomor notifikasi, langkah lain sebagai konsumen cerdas adalah dengan memeriksa kondisi kemasan, label, izin edar dan tenggat kadaluarsa.

"Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas, tidak percaya iklan begitu saja, harus teliti, selektif serta mencari tahu sumber kosmetik yang aman dengan nomor izin edar yang berlaku," tukasnya.(RAZ/HRU)

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

BANTEN
Aktivis Virdian Aurellio Beberkan Carut Marut Banten: Dari Dinasti Politik, Korupsi hingga Infrastruktur Buruk

Aktivis Virdian Aurellio Beberkan Carut Marut Banten: Dari Dinasti Politik, Korupsi hingga Infrastruktur Buruk

Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:00

Aktivis sekaligus konten kreator muda, Virdian Aurellio menyoroti berbagai persoalan yang melanda Provinsi Banten.

KAB. TANGERANG
Diduga Gegara Jalan Rusak, Pemilik Warung Makan Tewas Terlindas Truk di Kawasan Industri Akong Cadas Sepatan

Diduga Gegara Jalan Rusak, Pemilik Warung Makan Tewas Terlindas Truk di Kawasan Industri Akong Cadas Sepatan

Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:00

Seorang perempuan berinisial P, 45, pemilik warung makan di kawasan Industri Akong Cadas, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah terlindas truk saat mengendarai sepeda motor, Rabu 5 Agustus 2026, pagi.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill