Connect With Us

Harga Cabai Capai Rp70 Ribu Per Kilogram, Pedagang di Tangsel Mengeluh

Rachman Deniansyah | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:38

Ilustrasi Cabai. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com - Harga cabai di berbagai wilayah mengalami kenaikkan. Termasuk di Tangerang Selatan (Tangsel), tepatnya di Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat.

Baik jenis cabai keriting ataupun cabai rawit, harganya naik hingga Rp70 ribu per kilogram. Sedangkan harga normalnya hanya Rp30 ribu. 

Yono, 41, salah satu penjual cabai dan sayuran mengungkapkan kebingungannya atas kenaikkan harga bahan dasar sambal itu.

BACA JUGA:

Dia hanya mengetahui dari bosnya bahwa cabai sedang langka. Pasalnya, petani cabai di Bogor tempat ia mengambil cabai mengalami gagal panen.

"Ya enggak tahu juga naiknya kenapa. Katanya mah gagal panen, tapi barangnya ada," ucap Yono, Selasa (16/7/2019).

Yono mengatakan, dirinya tak mempercayai itu. Dia menduga, naiknya harga cabai hanya permainan tengkulak dan bandar. "Permainan tengkulak saja itu mah. Enggak ada yang ngawasin sih," imbuhnya.

Yono menjelaskan, jika kenaikan harga ini tak seimbang dengan jumlah pembeli, ia akan mengalami kerugian. "Kalau harga naik gini pengeteng yang rugi. Buat balik modal saja susah," pungkasnya.(RAZ/RGI)

TANGSEL
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

HIBURAN
Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:48

Pakons Prime Hotel Tangerang menghadirkan dua paket promosi kamar selama Oktober 2026.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill