Connect With Us

40 Mahasiswa UIN Luka-luka Saat Aksi di DPR RI

Rachman Deniansyah | Kamis, 26 September 2019 | 22:26

Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Jakarta Mufti Arif. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com- Koordinator Keluarga Mahasiswa (KBM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mufti Arif menyebut puluhan mahasiswa UIN Jakarta terluka saat mengikuti aksi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019) lalu. 

"Ada sekitar 40 orang korban luka, sesak nafas ketika melakukan demonstrasi dan dirawat di Rumah Sakit. Selebihnya sudah pulih dan pulang dari Rumah Sakit dan ada juga yang masih dirawat," jelas Mufti saat ditemui di kampus UIN Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dari jumlah tersebut, Arif menyebutkan satu orang yang mengalami luka paling parah di bagian kaki. 

"Ada kawan kita yang kakinya nyaris patah, itu yang paling parah. Dari KBM UIN Jakarta tidak terlalu berat paling ada beberapa yang baku pukul dengan polisi dan terinjak-terinjak oleh kawan-kawan saat melarikan diri," terangnya. 

Baca Juga :

Arif menjelaskan, bentrokan saat aksi itu perlahan mulai reda sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Saat itu pula, lanjutnya, ia menyisir rumah sakit untuk mencari rekan-rekannya. 

"Kita bersihkan yang di Rumah Sakit, karena kami takut terjadi apa-apa, karena banyaknya korban. Akhirnya ketika aksi kemarin setengah 2 malam, kami baru pulang, itu menyisir yang di rumah sakit dan teman-teman yang tertinggal kita pulang bersama dan kita jemput," pungkasnya.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
Isak Tangis Banjiri Kedatangan Jenazah Captain Andy Dahananto di Tigaraksa

Isak Tangis Banjiri Kedatangan Jenazah Captain Andy Dahananto di Tigaraksa

Minggu, 25 Januari 2026 | 16:04

Tampak peti jenazah yang berisi jasad Captain Andy itu ditutupi dengan bendera merah-putih. Suasana semakin haru ketika para pelayat menyaksikan jenazah diturunkan dari mobil jenazah ke dalam rumah.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Bukan Kandang Setan, Tapi Benteng Digital

Bukan Kandang Setan, Tapi Benteng Digital

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:22

Argumentasi yang dibangun oleh Khikmawanto mengenai urgensi pembuatan "Kandang Setan" di Kota Tangerang memang terdengar seperti sebuah kejujuran yang menyentak di tengah kelesuan moralitas publik.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill