Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Ratusan pelajar yang hendak berdemontrasi ke gedung DPR RI di Jakarta di halau aparat kepolisian saat truk yang mereka tumpangi melintas di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (30/9/2019).
Saat dihalau, ratusan pelajar itu pun kocar-kacir menghindari aparat kepolisian.
Dengan mengibarkan bendera merah putih, mereka terus bergerombol, dan sempat berusaha melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian hingga jalur lalu lintas diatas fly over stasiun Rawa Buntu sempat tertutup.
BACA JUGA:
Sampai akhirnya, Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckyto berhasil menenangkan para pelajar itu. Ia menghampiri ratusan pelajar itu seorang diri.
Luckyto menyebut, ratusan pelajar itu berasal dari Bogor.

"Ada 100-an pelajar SMK swasta. Mayoritas berasal dari Rumpin, Gunung Sindur, Bogor," ujar Kompol Stephanus Luckyto.
Luckyto menjelaskan, usai penghalauan tersebut, pihaknya akan memberi pembinaan kepada ratusan pelajar tersebut.
"Kita kasih pembinaan, membut surat pernyataan dan menghubungi pihak sekolah," ujarnya.

Pendekatan persuasif itu pun berhasil mengurungkan niat para pelajar yang hendak aksi ke Jakarta.
"Intinya kan kita harus selalu humanis, bagaimana merangkul mereka. Caranya ya dekati, bicara apa keinginan mereka. Solusinya bagaimana, diberikan arahan dan penjelasan pula secara baik. Bahwa kita ini harus memerankan sebagai bapak-bapak mereka juga," pungkasnya.(MRI/RGI)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews