Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com-Aksi premanise yang dilakukan sejumlah oknum dari Organisasi Masyarakat (Ormas) terhadap seorang jurnalis Kabar6.com, Eka Huda Rizky, 20, di Kantor Balai Kota Tangsel, Selasa (3/12/2019), membuat geram jurnalis di Tangsel.
Puluhan jurnalis pun bergerak dan menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Rabu (4/12/2019) sore.
Mereka mendatangi Mapolres Tangsel dengan membawa sejumlah tuntutan, diantaranya meminta pihak kepolisian mengusut tuntas tindak kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum ormas tersebut.

Tuntutan itu para jurnalis sampaikan melalui orasi, serta tulisan pada sejumlah poster. Selain itu, mereka juga mengumpulkan tanda pengenal ( ID card ) sebagai simbol jangan ada lagi kekerasan terhadap insan pers.
Kedatangan mereka pun ditanggapi oleh Waka Polres Tangsel Kompol Didik Putro Kuncoro.
Didik berjanji kepada rekan jurnalis akan mengusut tuntas laporan mengenai adanya kekerasan.
"Anggota kami pagi tadi telah mencari rekaman CCTV untuk menindaklanjuti. Mohon bersabar rekan-rekan," ujar Didik.
Sementara, Eka Huda Rizky, jurnalis Kabar6.com, menjelaskan, kronologis intimidasi itu ia alami berawal saat puluhan oknum massa FBR mendatangi Balai Kota Tangsel sekitar pukul 14.00 WIB.
Melihat keramaian itu, naluri Eka sebagai seorang jurnalis pun keluar. Eka langsung mendekati kerumunan massa ormas tersebut.

Namun, ketika Eka mengeluarkan telepon genggam untuk mengabadikan situasi, Eka langsung diteriaki dan diintimidasi oleh sejumlah oknum massa tersebut. Padahal, menurutnya, Eka belum sama sekali mengambil foto.
"Woy, ngapain lu foto-foto. Lu gerombolan Satpol PP ya??," ujar Eka menirukan teriakan oknum FBR.
Eka yang sudah dibekali kartu identitas pers dan sudah mengatakan bahwa dirinya sebagai jurnalis, tak dihiraukan oknum tersebut, justru Eka tetap mendapatkan intimidasi itu.
"'Hapus enggak foto lu!!'. Terus saya bilang 'gue belum sempet moto'," tambahnya.
Baca Juga :
Dilanjutkan Eka, oknum ormas itu pun tetap tak percaya. Justru tetap memaksa memperlihatkan telepon genggam miliknya.
Eka pun langsung memperlihatkan telepon genggamnya.
"Nih kan emang belum gue foto," terang Eka sambil memperlihatkan smartphone miliknya.
Setelah itu, kata Eka, ada seorang oknum massa memegang tangan Eka lalu dipelintir.
Namun beruntung, ada seorang wanita bersama dua orang rekannya mencoba melerai. Ketiga anggota FBR itu membawanya ke tempat yang aman.
"Jangan woy. Kalem lu," ujar Eka menirukan suara wanita itu kepada rekannya.
Namun, meski sudah diamankan, Eka tetap dikejar oleh gerombolan oknum FBR. Mereka mencoba menarik tangan hingga ada bekas luka cakar.
Bahkan, Eka sempat hampir ditabrak motor oleh salah seorang anggota FBR yang baru datang. Wanita anggota organisasi masyarakat itu lagi-lagi berusaha melerai.
Atas tindakan tersebut, Eka melaporkan intimidasi tersebut ke Mapolres Tangsel, pada Selasa (3/12/2019) malam.(RMI/HRU)
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGSolana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar operasi penertiban narkotika skala besar di sejumlah kelab malam di wilayah Jakarta dan Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews