Connect With Us

Harga Cabai Makin "Pedas", Ini Kata Disperindag Tangsel

Rachman Deniansyah | Selasa, 14 Januari 2020 | 19:56

Cabai merah di Pasar Serpong, Jalan Raya Serpong, Serpong, Tangsel. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sudah lebih dari dua pekan, harga cabai di Kota Tangerang Selatan terus naik. Salah satunya pemicunya karena curah hujan yang belakangan ini mengguyur hampir seluruh wilayah Indonesia. 

Hak itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan Maya Mardiana kepada TangerangNews, Selasa (14/1/2020).

"Hal ini disebabkan karena faktor cuaca dengan curah hujan tinggi," kata Maya melalui pesan singkat. 

Selain faktor cuaca, lanjut Maya, faktor permintaan juga menjadi pemicu naiknya harga cabai di pasar. 

"Permintaan meningkat pada saat Nataru (Natal dan Tahun Baru) kemarin, dan adanya kenaikan harga di pemasok," paparnya.

Baca Juga :

Berdasarkan data Disperindag Tangsel, kenaikan harga mencapai sekitar 21 persen. 

Hal itu pun serupa dengan pantauan TangerangNews di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan. Harga cabai rawit merah naik hingga Rp80 ribu dari harga normal Rp60 ribu, sedangkan cabai keriting naik menjadi Rp70 ribu dari harga normal Rp40 ribu. 

Untuk itu, kata Maya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait, yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, dalam hal ini adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. 

"Untuk solusi pasokan dan pemetaaan perkiraan waktu panen, termasuk kemungkinan untuk operasi pasar, karena untuk operasi pasar tetap dipengaruhi ketersediaan pasokan cabai nasional," pungkasnya.(RMI/HRU)

NASIONAL
PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

PLN Pulihkan 11 Gardu Induk di Flores Pascagempa M7,7, Satu Penyulang Masih Gangguan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:02

PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.

KAB. TANGERANG
Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:08

Polisi yang terlibat kericuhan pada saat turnamen Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) yang mempertemukan tim dari Polresta Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak dikenai sanksi.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill