Connect With Us

Mahasiswa Diajak Sukseskan Pilkada Tangsel 

Rachman Deniansyah | Kamis, 27 Februari 2020 | 19:01

Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyu Furqon usai melakukan Sosialisasi Pilkada Tangsel di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cireundeu, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (27/2/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan pada September 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan tengah gencar melakukan sosialisasi.

Kali ini, KPU Tangsel telah menggandeng mahasiswa untuk bersama-sama mewujudkan situasi politik pada Pilkada Tangsel tetap aman dan tentram.

Ketua KPU Provinsi Banten Wahyu Furqon mengatakan, langkah awal yang harus dijalani, yakni mengajak mahasiswa agar dapat bersama-sama menangkal hoaks, atau kabar bohong. 

"Pengalaman tahun Pemilu 2019, hoaks itu sangat kuat, kita tidak ingin teman-teman mahasiswa terpengaruh," ungkap Wahyu usai sosialisasi yang dilaksanakan di Fakultas Fisip Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jalan KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (27/2/2020).

Ia mengharapkan agar mahasiswa dapat lebih jernih dalam menerima informasi. Dengan demikian, maka mahasiswa juga dapat mengedukasi masyarakat jika ada informasi yang keliru. 

"Saya berharap mahasiswa ini bisa menjadi agent of change (agen perubahan) dalam mengawal proses pemilihan kepala daerah di Tangsel ini dengan baik," harap Wahyu. 

Wahyu pun menaruh harapan besar kepada mahasiswa, khususnya di Tangsel, untuk dapat menjadi contoh pemilih yang cerdas.

Komisioner KPU Tangsel Muhamad Taufik usai melakukan Sosialisasi Pilkada Tangsel di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cireundeu, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (27/2/2020).

"Pemilih yang berintegritas, pemilih yang memang tau rekam jejak orang yang mereka pilih. Serta jelas jangan hanya memilih karena menjalankan haknya saja tanpa menyusuri, siapa sih yang pantas mereka pilih," ujarnya. 

Komisioner  KPU Tangsel Muhamad Taufik mengatakan telah memiliki kiat-kiat khusus untuk menyukseskan Pilkada Tangsel. 

Kata dia, caranya, konsisten menjalankan tahapan Pilkada secara tegak lurus. 

"Ada Undang-undang, PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum), maupun petunjuk atau pedoman teknis dari KPU sebagai langkah pedoman kita," ucap Taufik. 

Taufik menambahkan, selain itu, KPU juga telah berkomunikasi secara intens dengan stakeholder terkait untuk mengantisipasi segala permasalahan dalam Pilkada 2020 mendatang.

"Misal tentang daftar pemilih, dan meningkatkan tingkat paritispasi, kita sudah komunikasi dengan Disdukcapil. Kemudian bagaimana pemetaan ormas, dan mendekati proses atau tahapan kampanye, kita sudah komunikasi dengan Kesbangpol sebagai leading sektor kepemiluan di Tangsel," paparnya. 

Tak lupa, kata Taufik, KPU pun secara aktif telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan unsur kepolisian dan TNI. 

"Baik dari segi proses, dan baik dari sisi hasil. Tentu juga agar diterima oleh masyarakat," pungkasnya. (RMI/RAC)

TANGSEL
Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:17

Peristiwa dugaan penipuan dengan modus paket Cash on Delivery (COD) terjadi di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu 15 Juli 2026.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill