Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan memastikan kebutuhan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangsel 2020 segera terpenuhi.
Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Dedi Budiawan mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan pencetakan KTP-el sebanyak 75.000 lembar hingga akhir Februari ini.
"Karena kan sebelumnya ada 75.000 warga yang masih memegang suket (surat keterangan pembuatan KTP-el). Nah, kita akan selesaikan hingga 29 Februari," papar Dedi saat dihubungi, Selasa (18/2/2020).
Sementara ini, kata Dedi, sejak awal Februari, pihaknya telah mencetak sekitar 40.000 lembar KTP-el. Namun angka tersebut akan terus bertambah.
Dikatakan Dedi, untuk target hari ini saja, pihaknya akan menyelesaikan progres hingga 60 persen.
"Baru progres hari ini 40 ribu. Ya, insyaallah hari ini sampai malam bisa sekitar 50 ribu lembar," ujar Dedi.
Dedi menambahkan, awal Maret nanti tidak ada lagi warga Tangsel yang masih memegang suket, artinya seluruh kebutuhan KTP-el akan terpenuhi, termasuk untuk kebutuhan dalam Pilkada Tangsel.
"Dalam artian, untuk pemilih enggak ada lagi kendala, berarti sudah ada KTP-el. Jadi, aman jelang Pilkada September nanti, kan Maret sudah tidak ada yang memegang Suket," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGDi tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews