Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Penyebaran wabah virus Corona (COVID-19) nampaknya telah mempengaruhi ketersediaan masker di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang Selatan. Hal itu dibuktikan dengan penelusuran TangerangNews saat mencari masker di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/3/2020) malam.
Dari beberapa lokasi tempat yang biasa menjual masker, seperti apotek dan minimarket, tak ada satupun masker yang tersedia. Menurut Puspita, seorang apoteker yang bekerja di Kimia Farma Apotek wilayah Serpong, kelangkaan masker sudah terjadi dalam kurun waktu sebulan lalu.
"Ya memang kosongnya itu emang dari sebulan lalu. Sejak pertama kali virus corona nyebar itu," kata Puspita di tempatnya bekerja, apotek yang berada di Ruko Versailles, Jalan Griya Loka Raya, Serpong, Tangsel, Senin (2/3/2020).
Bahkan, kata Puspita, selain langka, masker pun juga mengalami kenaikan harga. Terakhir, kata dia, harga masker mencapai Rp300 ribu/boks. "Semenjak itu ada kenaikan harga, karena di luar sudah naik dan kita juga tidak dapat stoknya," katanya.
Hal serupa juga diungkapkan pria yang bekerja di salah satu minimarket di wilayah Serpong, Ajis. "Iya sejak sebulan lalu. Sekalinya ada, itu langsung diborong, habis. Tidak mengerti deh itu orang beli untuk stok atau dijual lagi. Kita hanya menjual di sini," katanya di salah satu mimimarket yang berada di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangsel.
Menurutnya, virus corona bukan hanya berpengaruh terhadap ketersediaan masker.
"Ini juga tak tahu kenapa, orang juga ramai yang beli mie. Beras, minyak juga," tutupnya.
TODAY TAGParamount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews