2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Virus Corona kini mulai mewabah di Indonesia. Hal ternyata berdampak pada ketersediaan masker yang mulai langka di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang Selatan.
Pantauan TangerangNews, hingga lebih dari pukul 22.00 WIB, tidak sedikit warga Tangsel yang berbondong-bondong berburu masker di sejumlah tempat yang biasa menjual, seperti apotek dan minimarket.
Namun, dari beberapa orang yang ditemui, mereka tak mendapatkan satu pun barang yang dicarinya tersebut.
Seperti halnya warga Kecamatan Serpong, Emmanuel Kristo, 50. Ia merasa kesulitan dalam mencari masker.
"Sudah dua toko itu enggak ada. Saya Bingung nyari di mana," kata Kristo usai mencari masker di Kimia Farma Apotek, Ruko Versailess, Griya Loka Raya, Serpong, Tangsel, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, kelangkaan masker itu tak hanya terjadi di apotek, namun juga di minimarket.
"Tadi ke minimarket juga enggak ada," sambungnya.
Hal senada juga dirasakan Henka, 44, wanita yang juga tinggal di wilayah Serpong.
"Saya sama anak besok mau ke Bandara (Bandara Internasional Soekarno-Hatta), jadi saya cari masker. Tapi kini kesulitan (mendapatkan masker), memang udah banyak orang yang cari gitu kan, pokoknya di mana-mana ramai," tuturnya di yang sama.
Atas hal itu, Henka pun merasa khawatir.
"Karena kan sekarang lagi musim wabah corona masuk ke Indonesia," sambungnya.
Ia berharap agar pemerintah dapat menyoroti persoalan ini. Ketersediaan masker, dia harapkan dapat teratasi.
"Harapan ke pemerintah supaya cepat diantisipasi saja, gimana caranya lebih banyak memproduksi masker gitu kan," pungkas Henka.(DBI/HRU)
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews