Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Ada-ada saja perilaku remaja di Kota Tangsel ini. Bulan Ramadan dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bukan berdiam diri di rumah dan beribadah, mereka justru menggelar tawuran. Bahkan, aksi kekerasan itu mereka siarkan langsung di media sosial Instagram.
Dalam sepekan ini, sudah terjadi tiga kali bentrokan antar kelompok remaja di Tangsel.
"Motif dari pada para tersangka, yakni aktualisasi diri dan kelompoknya. Dengan memanfaatkan situasi Ramadan dengan mengajak kelompok lain tawuran," ungkap Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan saat di Mapolres Tangsel, Rabu (29/4/2020).
Untuk menunjukkan eksistensi mereka tersebut, setiap kali tawuran, adegan kekerasan itu mereka siarkan secara langsung Instagram. Tujuannya, sebagai ajang gagah-gagahan.
"Mereka tergabung dari beberapa kelompok, sering pakai nama sesuai kesepakatan dan mengundang (tawuran) melalui media sosial, dengan saling ejek-ejekan. Kemudian berjanji melakukan tawuran. Saat tawuran mereka live (siaran langsung) di Instagram," tuturnya.
Berdasarkan keterangan pelaku, sudah beberapa kali ini, mereka menyiarkan secara langsung aksi tawurannya tersebut dengan satu akun. Namun, dengan nama kelompok yang berubah-ubah.
"Jadi satu akun, tapi nama kelompoknya berubah-ubah. Ada Warpol21, kemudian PBB (Warung Pak Bambang). Dari pengakuannya sudah beberapa kali mereka lakukan live tersebut di media sosial," terang Iman.
"Saat ini, kita juga sedang mencari kelompok lain. Kurang lebih ada tiga sampai empat kelompok, mereka berdomisili di Tangsel," pungkas Iman.(RMI/HRU)
Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.
TODAY TAGTim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tangerang mengamankan 13 warga negara (WN) Tiongkok karena diduga kuat melakukan penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews