Connect With Us

Direktur KPN : Survei Kami Bikin Lembaga 'ABS' Kebakaran Jenggot

Mohamad Romli | Sabtu, 8 Agustus 2020 | 13:52

Direktur Eksekutif lembaga Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Pilkada Kota Tangerang Selatan (TangSel) menjadi salah satu yang menyita perhatian nasional. Pasalnya anak Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, yaitu Siti Nur Azizah dan Keponakan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati dan anak Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, Pilar Saga Ichsan ikut turun dalam kontestasi.

Beberapa waktu yang lalu, lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) melakukan rilis hasil survei elektabilitas para calon pada pilkada Tangsel Desember 2020 mendatang. 

Dalam survei itu dikatakan bahwa golput diprediksi masih menduduki posisi tertinggi dengan 55%. Kemudian disusul pasangan Benyamin Davnie - Pilar Saga Ikhsan 17%, Siti Nur Azizah - Ruhamaben 15,2%, dan Muhammad - Rahayu Saraswati 9,9%.

Dalam kurun waktu beberapa hari, hasil survei tersebut menimbulkan banyak pro kontra, terutama dari pihak para timses calon serta beberapa lembaga survei lainnya. Bahkan Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ikut mengomentari hasil survei tersebut.

Direktur Eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan bahwa dirinya menanggapi hal tersebut dengan santai dan cenderung senang. Pasalnya menurut Adib, hal ini membuktikan bahwa lembaganya mendapat atensi yang cukup tinggi di Tangerang Selatan.

"Saya santai saja, namun yang saya bingung justru pihak-pihak yang tidak hadir dalam acara, malah seolah kebakaran jenggot mengomentari materi secara sepotong-sepotong dan tendensius, salah pula lagi," ujar Adib ketika diminta tanggapannya oleh awak media, Sabtu (8/8/2020).

Adib mengatakan bahwa dalam rilis tersebut telah disampaikan secara gamblang dan jelas terkait metode survei dan sebaran sample. Bahkan proporsional secara gender dan agama yang mengacu pada daftar pemilih tetap atau DPT juga ditampilkan.

"Saya bingung ada yang teriak-teriak minta data sebaran sample, padahal saat rilis sudah dijelaskan bahwa sebaran mencakup seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. Kalau gitu, kenapa enggak minta data respondennya saja sekalian, ini kan konyol. Justru yang bicara itu, tidak paham tentang kode etik survei. Ini confidential sebab menyangkut keamanan dan privasi responden," terang Adib.

Adib mengatakan bahwa saat ini banyak lembaga yang bersaing menawarkan diri sebagai konsultan pendamping para calon, dan hasil survei KPN mungkin dianggap menganggu survei internal mereka. 

Justru seharusnya, tambah Adib, para calon-calon tersebut harus berterima kasih telah mendapat positioning real sebelum pendaftaran resmi di gelar.

"Kita tahulah saat ini banyak Timses berkedok lembaga survei yang kerjanya 'ABS' (Asal Bandar Senang) sedang marak menjajakan dirinya sebagai konsultan pendamping. Karena biasanya oknum-oknum ini selalu memberikan janji surga seolah-olah calonnya kuat, padahal kenyataannya belum tentu demikian. Mungkin hasil survei kami, membuka kebobrokan itu, jadi wajar kalau ada yang sewot," kata Adib.

Hasil survei itu adanya potensi golput yang meningkat karena situasi Pandemi COVID-19. Menurut Adib ini merupakan tugas berat KPU Tangsel dan semua pihak untuk memperbesar partisipasi publik agar proses demokrasi berjalan sehat.

"Angka golput yang 55% itu cukup tinggi lho. Itu mengalami peningkatan 10,1% dari Pilkada Tangsel sebelumnya. Nah, ini yang harus kita cari jalan keluar bersama, sebab di kondisi pandemi COVID-19 ini menjadikan tugas KPU semakin berat," tambahnya.

Lebih lanjut Adib mengatakan bahwa dirinya dan Tim KPN telah bersepakat untuk memberikan pandangan apa adanya bagi masyarakat terkait pilkada serentak 2020, terutama di Kota Tangerang Selatan, walau mendapat banyak rintangan dari pihak-pihak yang merasa kepentingan politiknya terganggu.

"Bagi kami caci-maki bahkan ancaman itu hal biasa dalam perjuangan, kami akan terus hadirkan pandangan real bagi masyarakat, karena banyak juga respon positif masyarakat yang masuk ke kami. Jika masih ada yang mengangap kami tidak kredibel, silahkan saja itu hak mereka, kami jalan terus," tegas Adib.

Ketika ditanya tentang lembaga yang menjajakan diri sebagai tim sukses para calon, Adib mengatakan bahwa para calon tersebut harus jeli memilih konsultan dan jangan termakan hasil-hasil disebutnya manipulatif.

"Hati-hati, sekelas calon Presiden saja bisa kemakan mainan 'ABS' ini. Jadi, bagi para calon pilkada Tangsel, agar lebih jeli memilih konsultan, jangan mudah termakan janji surga seolah-olah posisi anda tinggi padahal kenyataannya tidak," tutup Adib.

Diketahui sebelumnya KPN melakukan rilis survei Pilkada Tangsel yang dilakukan pada 17-24 Juli, mengunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang, sampling of error 4,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.(RMI/HRU)

NASIONAL
PLN Siagakan Listrik Berlapis untuk GelaranDanantara Housing Expo 2026 PIK 2

PLN Siagakan Listrik Berlapis untuk GelaranDanantara Housing Expo 2026 PIK 2

Selasa, 1 September 2026 | 16:19

PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Banten memastikan pasokan listrik tetap andal selama Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2

HIBURAN
Genap 32 Tahun, ARYADUTA Lippo Village Bakal Tampil Lebih Baru

Genap 32 Tahun, ARYADUTA Lippo Village Bakal Tampil Lebih Baru

Rabu, 2 September 2026 | 13:43

ARYADUTA Lippo Village memasuki usia ke-32 tahun pada September 2026. Selama lebih dari tiga dekade, hotel bintang empat yang berada di kawasan Lippo Village, Tangerang,

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

PROPERTI
Tak Hanya Bangun Hunian, Komunitas hingga UMKM di Kawasan Paramount Petals Kian Bertumbuh

Tak Hanya Bangun Hunian, Komunitas hingga UMKM di Kawasan Paramount Petals Kian Bertumbuh

Rabu, 2 September 2026 | 19:55

Pembangunan sebuah kota mandiri tidak hanya berbicara mengenai rumah, jalan, maupun kawasan komersial. Kehidupan sosial masyarakat juga menjadi bagian yang terus dibangun di Paramount Petals, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill