Connect With Us

Cara Kreatif Ibu-ibu di Cireundeu Hemat Pengeluaran saat COVID-19

Rachman Deniansyah | Jumat, 11 September 2020 | 21:16

Lurah Cireundeu Win Fadlianta saat meresmikan Kelompok Wanita Tani Mountain Cireundeu, Tangsel, Jumat (11/9/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 yang hampir tujuh bulan terakhir melanda wilayah Tangsel sangat berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap dapat bertahan hidup, dan memenuhi kebutuhan pangan.

Salah satunya yang dilakukan Kelompok Wanita Tani Mountain asal Kelurahan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. 

Kelompok tyang beranggotakan para ibu-ibu tersebut, menyiasati pengeluaran keluarga selama masa pandemi ini dengan cara bercocok tanam.

Lurah Cireundeu Win Fadlianta mengatakan, kelompok tani kebanggaan warga Cireundeu ini baru saja diresmikan, namun sudah berjalan selama tiga bulan. 

"Berjalan sudah selama tiga bulan lalu, sebagai bentuk ketahanan pangan selama pandemi COVID-19. Kelompok tani tersebut beranggotakan oleh para ibu-ibu di RW 11," ujar Win kepada TangerangNews usai meresmikan kelompok tani tersebut, Jumat (11/9/2020). 

Dengan program bercocok tanam tersebut, kini para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok  tersebut, juga turut membantu warga lainnya menghemat pengeluaran selama pandemi COVID-19. 

"Jadi selain mereka mengisi waktu kosong, mereka juga telah memberi sumbangsih bagi warga di kelurahan Cireundeu. Mereka bisa mengurangi beban pengeluaran dengan sayuran mayur yang ditanamnya," katanya. 

Setidaknya selama tiga bulan terakhir, para anggota kelompok tani itu telah menyulap lahan kosong seluas 17.000 meter persegi menjadi ladang pertanaman sayur mayur. 

"Mereka menanam apa saja, seperti cabai, tomat, mentimun, dan tanaman lainnya. Sehingga yang biasanya mereka beli di pasar, sekarang mereka tinggal menanam dan memetik tanpa harus membeli," tutur Win. 

Win berharap, kegiatan positif tersebut dapat ditiru oleh warga lainnya, baik di wilayah Cireundeu ataupun lainnya. 

"Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi warga Tangsel lainnya," pungkasnya (RMI/RAC)

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

WISATA
Cari Tempat Wedding dan Meeting di Gading Serpong dengan Nuansa Kolam Renang? Nova Ballroom Jadi Pilihan 

Cari Tempat Wedding dan Meeting di Gading Serpong dengan Nuansa Kolam Renang? Nova Ballroom Jadi Pilihan 

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:58

Tren acara wedding, gathering, hingga meeting dengan konsep semi outdoor dan suasana santai kini semakin diminati masyarakat.

BANTEN
Temui Gubernur Banten, Praktisi Tawarkan Teknologi Kanadevia Bakar Sampah Jadi Energi Uap

Temui Gubernur Banten, Praktisi Tawarkan Teknologi Kanadevia Bakar Sampah Jadi Energi Uap

Kamis, 7 Mei 2026 | 15:26

Persoalan sampah di Provinsi Banten mendapat perhatian dari banyak pihak untuk dikelola menjadi sumber energi industri yang menjanjikan.

NASIONAL
Pakar Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Penuh Kejanggalan

Pakar Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Penuh Kejanggalan

Kamis, 7 Mei 2026 | 13:13

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menyinggung sejumlah kejanggalan di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill