Connect With Us

Ribuan Data Penerima BST Ganda, Pemkot Tangsel Berbenah

Rachman Deniansyah | Kamis, 21 Januari 2021 | 20:42

ilustrasi uang insentif. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com- Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan menemukan adanya ribuan data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang harus diperbaiki, mulai dari adanya data ganda hingga data penerima yang sudah meninggal dunia. 

 

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel Wahyunoto Lukman, saat dihubungi, Kamis (21/1/2021). 

 

Ribuan data tersebut, baru ditemukan saat proses penyaluran belum rampung dan masih berjalan. 

 

"Angka yang sudah tersalur dari total 90.173 KK itu, lebih kurang 70.200 sekian. Jadi sudah sekitar 85 persen," kata Wahyu kepada awak media. 

 

Wahyu mencatat, setidaknya terdapat lebih dari 7.000 data. Salah satunya, yakni adanya data penerima ganda. 

 

"Ada persoalan, memang ada data ganda dalam satu keluarga. Contohnya, ada beberapa anggota keluarga yang mendapatkan. Tetapi sudah kita informasikan ke pada PT POS agar diberikan kepada satu orang saja, kepada keluarganya atau kepala keluarganya saja," terang Wahyu. 

 

Selain data ganda, Wahyu juga menemukan data lain yang harus diperbaiki, mulai dari data warga yang sudah meninggal dunia, hingga data penerima yang sudah pindah tempat tinggal. 

 

"Jadi bukan hanya data ganda saja. Total yang harus diperbaiki, diantaranya data (penerima) yang meninggal, yang pindah, dan ada yang perubahan NIK. Sehingga yang terdaftar masih pakai NIK dan data yang lama. Itu data-data yang harus kita perbaiki, lebih kurang ada sekitar 7000-an," paparnya. 

 

Namun meski demikian, ia tetap menampik jika data tersebut bermasalah, melainkan hanya dinamika. 

 

"Data itu jangan disebut data bermasalah, tapi data dinamika. Seperti, kemarin dia terdata ada, hari ini meninggal. Jadi jangan disebut masalah, tapi namanya dinamika. Kemarin dia tinggal di kelurahan A, sekarang pindah, itu bukan bermasalah," ucap Wahyu. 

 

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa dalam pendataannya, Wahyu menggunakan dua jenis  sumber data. 

 

Pertama, data diambil melalui sumber valid yang berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DKTS, dan data non-DTKS.

 

"Data non-DTKS itu data yang diusulkan secara berjenjang mulai dari tingkat Ketua Rukun Tetangga (RT), hingga Dinas Sosial. Yang kedua, data DTKS ini yang punya 46 variabel dengan dinamikanya, seperti warga yang pindah, meninggal, dan lain-lain," pungkasnya

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill