Connect With Us

Tak Dibayar, Penggali Makam COVID-19 di Tangsel Unjuk Rasa

Rachman Deniansyah | Senin, 25 Januari 2021 | 20:17

Pintu masuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (25/1/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah penggali makam khusus COVID-19 menggelar unjuk rasa tepat di depan gerbang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (25/1/2021). 

Aksi protes dilakukan lantaran mereka belum menerima pembayaran, hingga proses pemakaman yang sudah mereka kerjakan telah rampung. 

Dalam melakukan unjuk rasa tersebut, mereka turut membawa sejumlah atribut dengan bertuliskan sejumlah tuntutan.

Salah satu tuntutannya, bertuliskan "Kami tim gali TPU Jombang. Menolak memakamkam sebelum hak kami terpenuhi".

Pantauan TangerangNews di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, aktivitas aksi unjuk rasa sudah tak terlihat. Para penggali dikumpulkan dalam suatu ruangan, untuk diberikan penjelasan oleh pihak pengelola TPU, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahanan Kota Tangsel, beserta unsur TNI. 

Usai pertemuan dilakukan, mulai terlihat sejumlah penggali yang mengikuti unjuk rasa, pergi meninggalkan area pemakaman, dengan raut wajah kecewa tanpa berkomentar lebih lanjut.

Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (25/1/2021).

"Enggak dapat bayaran, mending pulang saja," ujar salah satu penggali sembari meninggalkan area pemakaman. 

Kepala Seksi Pemakaman Disperkimta, Tangsel Nazmudin menyebut bahwa aksi protes tersebut hanyalah kesalahpahaman terkait perubahan sistem pembayaran upah, yang semula harian. Kini menjadi mingguan. 

"Ya jadi ini awalnya dibayar oleh pengelola tukang gali itu setiap hari, misalnya  ada lima dibayar lima. Nah untuk hari ini rencananya kita bayar perminggu. Jadi demo itu karena ada perubahan dibuat sistem dari harian bayarannya menjadi setiap minggu," ujar Nazmudin di lokasi. 

Ia memastikan bahwa upah para  penggali pasti akan tetap dibayarkan. 

"Dianggarkannya Rp1 juta untuk satu lubang. Satu lubang biasanya lima orang. Jumlah keseluruhan ada 10 orang yang aktif kemudian yang tadi (demo) itu yang kebetulan mempunyai jadwal galian hari ini. Mereka belum dibayar, jadi mereka unjuk," terangnya. 

Saat ini, kata Nazmudin, seluruh penggali pun sudah diberi pengertian atas perubahan sistem pembayaran upah tersebut. Ia menyebut bahwa seluruhnya kini telah menerima keputusan itu. (RED/RAC)

BANDARA
Amankan Akses Vital Bandara Soetta, Menko AHY Minta Penanganan Banjir di Kali Prancis Jadi Prioritas

Amankan Akses Vital Bandara Soetta, Menko AHY Minta Penanganan Banjir di Kali Prancis Jadi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 | 23:32

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung langkah pencegahan banjir dan penanganan pendangkalan di kawasan Kali Perancis, Kota Tangerang

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill