Connect With Us

Reka Ulang Pembantaian Pasutri WNA di Serpong, Korban Terima 6 Sabetan Kapak

Rachman Deniansyah | Kamis, 18 Maret 2021 | 14:00

Polisi menggelar reka ulang aksi sadis pembantaian yang menewaskan pria bule asal Jerman dan istrinya WNI di Perumahan Giri Loka 2, Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Kamis (18/3/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Polisi menggelar reka ulang aksi sadis pembantaian yang menewaskan pria bule asal Jerman dan istrinya WNI di Perumahan Giri Loka 2, Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel, Kamis (18/3/2021). 

Setidaknya terdapat 32 adegan kembali dilakukan tersangka Wahyu Apriansyah, 22 dalam menghabisi korbannya, Kurt Emil, 85 dan Naomi Simanungkalit, 53.

Pantauan TangerangNews.com, adegan demi adegan mulai diperankan tersangka sejak pukul 11.15 WIB. 

Adegan pertama, dimulai saat pelaku mulai memasuki gerbang perumahan mewah tersebut. Di sana, tersangka sempat bertemu petugas kemanan setempat serta sempat memberikan kartu identitasnya sebagai syarat masuk perumahan. 

"Jumlah adegan ada 32 adegan. Dari awalnya 27, kemudian ada tambahan lima adegan. Jadi totalnya semua ada 32 adegan. Dua adegan pertama di gerbang komplek. Kemudian sisanya di TKP ke dua, yaitu di rumah korban," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra usai menggelar reka ulang di lokasi.

Kemudian, adegan dilanjutkan saat tersangka mulai mencoba untuk masuk ke dalam rumah. 

Korban masuk dengan cara memanjat pagar, dan masuk ke lantai dua dengan menggunakan steger yang pernah dibuatnya. 

Usai berhasil masuk, kemudian tersangka pun mulai melakukan perbutan bengisnya itu kepada korban. 

"Untuk adegan, bisa kita katakan sebagai adegan eksekusi atau adegan pembunuhan itu terjadi mulai dari adegan ke 14 hingga ke 23," kata Angga. 

Saat itulah, tersangka yang sedang dikuasi oleh amarahnya itu mulai melayangkan kapak untuk menghabisi kedua korbannya, sebanyak enam bacokan. 

"Enam kali (bacokan),  kedua-duanya," imbuhnya. 

Akibat bacokan yang dilakukan tersangka secara bertubi-tubi itulah, korban tewas secara mengenaskan. 

Usai menghabisi nyawa mantan majikannya itu, tersangka pun langsung melarikan diri dengan sepeda motor yang digunakannya. 

"Satu adegan terakhir di gerbang komplek saat tersangka mengambil SIM C yang diberikan pelaku untuk masuk ke dalam komplek. Dia keluar seperti biasa karena yang bersangkutan adalah mantan kuli," jelas Angga. 

Sehingga, petugas keamanan setempat pun tak mempunyai rasa curiga sedikitpun. 

"Jadi dia sudah terbiasa keluar masuk komplek. Karena memang pernah bekerja di rumah korban. Jadi satpam pun enggak ada kecurigaan. Terlebih dia masuk sesuai dengan prosedur, yaitu dengan memberi SIM atau identitas di pos penjagaan saat masuk dan keluar pun dengan menyerahkan kartu identitas," pungkasnya. (RAZ/RAC)

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

BANTEN
Ombudsman Banten Catat Lonjakan Pengaduan Layanan Pertanahan hingga Ratusan

Ombudsman Banten Catat Lonjakan Pengaduan Layanan Pertanahan hingga Ratusan

Kamis, 5 November 2026 | 19:35

Ombudsman Provinsi Banten mencatat adanya lonjakan pengaduan publik terkait pelayanan pertanahan sepanjang tahun 2026.

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill