Connect With Us

Terjaring Razia PPKM, Pemuda di Ciputat Kepergok Bawa Pil Eximer 

Rachman Deniansyah | Rabu, 7 Juli 2021 | 21:39

Tangkapan layar kedua pemuda menaiki mobil petugas setelah kepergok membawa dua butir pil eximer ketika terjaring razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kolong fly over Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 6 Juli 2021 malam. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang pemuda diringkus polisi setelah kepergok membawa dua butir pil eximer ketika terjaring razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kolong fly over Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu, 6 Juli 2021 malam. 

Awalnya, pemuda bernama Andre itu hendak diberhentikan lantaran tak mengenakan masker. 

Namun, saat akan melintasi hadangan petugas, ia terlihat sudah menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

Andre yang saat itu sedang membonceng temannya, berusaha memacu gas motornya agar dapat meloloskan diri dari pemeriksaan petugas. 

Namun petugas yang sigap, berhasil memberhentikan laju motor Andre. 

Ketika diberhentikan tersebut, petugas melihat pemuda tersebut membuang sesuatu. Saat diperiksa, bungkusan yang dibuang tersebut ternyata berisikan dua butir pil eximer berwarna kuning. 

"Jadi awalnya dia tidak pakai masker, lalu kami berhentikan. Saat berhenti, dia kelihatan membuang sesuatu. Ternyata pil eximer," ujar Anggota Unit Lantas Polsek Ciputat Timur Bripka Taufik Harry Al-Amin saat di lokasi. 

Saat itu pemuda yang mengaku tinggal di wilayah Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel, itu sempat berkilah. Ia tetap berusaha mengelabuhi polisi. 

Ia mengaku hendak pulang, sehabis membeli bahan baku pembuatan gorengan yang dipesan oleh orang tuanya. 

Namun, polisi tak langsung mempercayainya. Petugas yang jeli melihat peragai Andre yang aneh.

Benar saja, sat diinterogasi lebih lanjut Andre pun mengaku bahwa dua butir pil eximer itu adalah miliknya. 

"Dia sempat enggak ngaku. Tapi sudah kelihatan aneh. Pupil matanya saja kecil. Terus saya tanyakan terus akhirnya ngaku," jelas Taufik. 

Sementara itu, Andre, pemilik pil eximer mengaku kepada petugas bahwa dirinya baru saja menenggak satu butir pil eximer tersebut. 

"Iya itu punya saya. Saya minum satu. Mau ke Pondok Cabe," singkatnya. 

Pantauan di lokasi, setelah kepergok membawa dua butir pil eximer tersebut, pemuda berambut pendek beserta seorang rekannya itu langsung digelandang ke Mapolsek Ciputat Timur. 

Andre beserta temannya itu juga harus menjalani tes urine serta pemeriksaan lebih lanjut. 

Dengan wajah tertunduk, ia pun hanya dapat mengikuti arahan petugas dan langsung memasuki mobil Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

SPORT
Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Hanya Diikuti Tiga Daerah, PSSI Batalkan Pertandingkan Cabor Sepak Bola Putri PORPROV VII Banten 2026 

Selasa, 3 November 2026 | 21:01

Cabang olahraga (cabor) sepak bola putri pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026 dipastikan batal dipertandingkan.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill