Connect With Us

Kreasi Pemuda Pamulang, Sulap Sampah Daun Jati Jadi Lukisan Bernilai Jutaan Rupiah

Rachman Deniansyah | Kamis, 2 September 2021 | 15:14

Hadi Muhammad, 24, pemuda asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bagi banyak orang, daun jati kering yang jatuh berguguran hanyalah dianggap sebagai sampah yang tak bernilai harganya.

Namun melalui tangan kreatif Hadi Muhammad, 24, pemuda asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan, limbah itu ternyata dapat disulap menjadi sebuah hasil karya yang sangat mempesona dan bernilai hingga jutaan rupiah.

Di dalam petak kontrakan yang ditinggalinya saat ini, ia mengubah limbah tersebut menjadi karya seni lukis yang sangat memukau. Wajah sejumlah tokoh negara, pemusik, hingga selebriti, terlukis dengan indah olehnya. 

Hasil karya yang dibuatnya, membuat pemuda lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu mampu memperoleh penghasilan hingga puluhan juta rupiah. 

Kepada TangerangNews.com, ia menuturkan bahwa kemampuan melukis siluet di atas media daun jati yang kini mendatangkan rezeki, hanya bermula dari hobinya yang memang senang melukis sejak usia dini.

Karya seni.

Namun semakin usianya bertambah, ia juga kian mengasah kemampuannya untuk melukis. Hingga dirinya pernah mencoba melukis di berbagai media lukis lain, seperti kopi misalnya. 

"Tapi waktu itu saya terinspirasi dari pelukis luar negeri yang membuat lukisan di atas daun maple, lambang negara Kanada," ujar Hadi di petak kontrakan tempatnya melukis, Kamis, 2 Agustus 2021.

Dari inspirasinya itu, Sejak 2017 silam, ia mulai mengasah kemampuanya  agar dapat menghasilkan karya sesuai hasratnya itu. 

Sejak mulai mencobanya, kegagalan demi kegagalan dialaminya. Namun berkat kegigihan dirinya, pada awal 2021 akhirnya ia mampu melukis di atas media daun jati kering. 

Lukisan demi lukisan pun ia buat, namun tidak untuk dijual. Barulah pada Maret 2021 lalu, pundi-pundi rupiah mulai ia dapati. Bermula sejak ia berinisiatif untuk mengunggah hasil karyanya melalui akun instagram pribadi.

"Awalnya iseng, saya upload di IG (instagram). Terus saya tag tokoh yang saya buat. Tapi ternyata banyak yang apresiasi," katanya. 

Ia sangat mengingat momen pertama kali lukisannya ditawar. Bukan orang sembarangan yang hendak membelinya. Namun justru tokoh yang ia lukis, menawar hasil karyanya secara langsung. 

"Pertama kali itu Ipang, musisi Indonesia yang memang saya kagumi. Saya nge-fans. Dia DM saya, kenalan, dan janjian untuk bertemu," tuturnya.

Tak hanya Ipang, hasil karyanya pun turut diapresiasi dan ditawar oleh tokoh-tokoh yang ia kagumi sejak kecil.

"Pernah juga Ridho Slank. Bahkan saya ketemu langsung di rumahnya. Terus ada juga dari Anji. Lukisan saya di re-post (unggah kembali) di akun pribadinya. Dari situ orderan saya membludak," terangnya.

Pesanan lukisan, mulai dari masyarakat biasa sampai pemimpin salah satu perusahaan swasta diterimanya. Hadi yang semula tak berpenghasilan, kini berubah menjadi tulang punggung keluarganya. 

"Alhamdulillah, saya awalnya tidak menyangka. Kalau dari Maret, saya sudah dapat puluhan juta," tuturnya. 

Satu hasil karyanya yang mempesona itu, dibandrol mulai dari harga Rp500 ribu hingga jutaan rupiah. 

"Tergantung tingkat kesulitan dan ukuran daun. Biasanya yang sulit itu kalau daunnya bergelombang. Satu lukisan bisa menghabiskan waktu 17 jam," paparnya. 

Hobi yang kini mampu mendatangkan rezeki baginya itu pun mampu membuat ibundanya bangga. 

Jerih payah atas kemampuannya yang kini dapat menghidupi keluarga, merupakan bukti bagi mendiang ayahanda yang telah meninggalkannya setahun silam. 

"Sebelumnya orang tua saya biasa saja lihat saya melukis. Tentu ya senang, ibu saya bangga," kata Hadi. 

Saat ini, rumah kontrakannya itu penuh dengan hasil karya tangannya. Seluruh lukisannya pun diabadikan olehnya di akun instagram. 

"Kalau yang mau order bisa hubungi saya di instagram @cuttingsiluetdaunjatirontok," tandasnya.

NASIONAL
Listrik Padam Bergilir, Soal Kompensasi Pelanggan Bahlil Minta Ditanyakan ke PLN

Listrik Padam Bergilir, Soal Kompensasi Pelanggan Bahlil Minta Ditanyakan ke PLN

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:37

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir memunculkan pertanyaan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill