Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com–Aparat Polda Metro Jaya meringkus sebanyak 12 pengedar narkoba inisial RH, N, A, IT, MA, AK, B, IU, MH, R, E, dan H yang tergabung dalam jaringan Jakarta, Medan hingga Aceh. Polisi menyita sebanyak 1,370 ton ganja dari penangkapan para tersangka tersebut.
Pengungkapan peredaran ganja jaringan tiga kota itu bermula dari penangkapan dua pengedar yakni RH dan N di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada September 2021 lalu. “Dari tangan kedua tersangka polisi mendapat barang bukti sebanyak 58,37 kilogram ganja yang sudah dikemas dalam 58 paket siap edar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Senin 18 Oktober 2021.
Yusri menjelaskan bahwa dari kedua tersangka itu polisi kemudian mengamankan tiga tersangka, yaitu A, IT, dan MA di wilayah Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Dari situ polisi menyita sebanyak 112 kilogram ganja lebih.
Selanjutnya dari keterangan ketiga tersangka itu, polisi melakukan pengembangan hingga ke Aceh. Di Aceh, polisi kemudian berhasil mengamankan empat orang, yaitu AK, B, IU, dan MH dengan barang bukti 600 kilogram ganja.
Dari keempat tersangka tersebut, AK berperan penjual, B sebagai perantara jual beli, IU sopir mobil Elf, dan MH kernet mobil yang bawa ganja dari Aceh yang dikirim melalui lintas darat ke Jakarta.
“Pada tanggal 11 Oktober, kami amankan tiga pelaku lain di lintas Barat Sumatera, yaitu R pengawal (pengiriman) ganja, E pengawal, dan H sopir pembawa ganja. Ada 600 kilogram, hingga total 1,170 kilogram ganja," lanjut Yusri.
Yusri menambahkan, saat ini polisi masih terus mengembangkan keterangan dari para tersangka yang ditangkap. Hingga kini polisi juga masih terus memburu enam orang yang kabur dari jaringan beberapa kota itu.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGBarma Tama, 42, dan M Supriadi 17, seorang ayah dan anak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan seorang pedagang cilok berinisial P, 33, di kontrakannya di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews