Connect With Us

Tertinggi se-Banten, Nilai Simulasi UMK di Tangsel Jadi Sorotan Asosiasi Pengusaha

Rachman Deniansyah | Kamis, 4 November 2021 | 19:53

Ilustrasi Penerapan Upah Minimum Kota (UMK). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Menjelang penerapan Upah Minimum Kota (UMK) untuk Tahun 2022 kini tengah menjadi sorotan. Terutama oleh dunia usaha di Kota Tangerang Selatan. 

Pasalnya, angka simulasi yang dibuat sebagai acuan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), kini menunjukkan disparitas cukup tajam. Nilai simulasi UMK di Tangsel ini, menjadi yang tertinggi se-Banten. 

"Sebagaimana diketahui, bahwasanya Upah Minumum Kota Tangerang Selatan selama ini belum pernah berada di atas Upah Minimum Kabupaten atau Kota Tangerang," ujar Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangsel, Yakub Ismail kepada awak media pada Kamis, 4 November 2021. 

Atas disparitas yang begitu tajam tersebut, ia mengambil sejumlah langkah preventif dengan memberikan sejumlah pertimbangan atas hal tersebut. 

"Kami melayangkan surat perihal permohonan pertimbangan kepada BPS Kota Tangsel yang ditembuskan kepada Gubernur Banten dan BPS Provinsi serta Wali Kota Tangsel," tuturnya.

Hal senada turut diungkapkan Ketua Apindo Kota Tangerang Selatan, Adwin Sjahrizal. 

Ia memaparkan, terdapat sejumlah poin yang menjadi bahasan dalam surat yang dilayangkan olehnya. 

"Pertama, dunia usaha baik manufaktur dan industri lainnya secara umum masih belum pulih akibat pandemi Covid-19 global," katanya. 

Dengan demikian, tingginya nilai simulasi itu tampaknya belum tepat jika direalisasikan di tahun ini. 

"Kedua, tingginya prediksi Upah Minimum Tangsel 2022 akan berpengaruh pada harga beli buyer (Factory On Board Cost), di mana hal tersebut akan menjadi dasar atau base kompetisi oleh semua kompetitor di Kabupaten/ Kota Tangerang," tuturnya. 

Selain itu tingginya nilai UMK, kata Adwin, akan berpengaruh terhadap penurunan kemampuan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur dan industri lainnya. 

"Yang mana saat ini rata-rata 70 sampai dengan 90 persen tenaga kerjanya merupakan warga Kota Tangerang Selatan," imbuhnya. 

Selain penyerapan tenaga kerja, meroketnya nilai UMK juga diprediksi bakal terjadi percepatan pembukaan lokasi usaha baru di luar Kota Tangerang Selatan. 

"Dikarenakan sudah tidak lagi mampu bersaing dengan Kabupaten/Kota Tangerang," sambungnya. 

Terakhir, hal ini akan menjadi referensi kuat bagi dunia usaha di lintas sektor baik bagi yang sudah ada maupun yang akan mengembangkan, ataupun bagi investasi baru yang akan masuk di Kota Tangerang Selatan.

"Kami Apindo berharap para pemangku kebijakan dapat melihat dengan jernih agar dapat memberikan kesempatan kepada dunia usaha di Kota Tangerang Selatan untuk dapat bertahan dengan angka statistik yang pergerakannya relatif sama dengan Kabupaten/Kota Tangerang," harapnya. 

Sementara itu, perwakilan pengusaha dari sektor tekstil, sandang, kulit (TSK) di Kota Tangerang Selatan, Sigit berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian atas kelangsungan dunia usaha di wilayahnya.

Sebab, UMP merupakan kewajiban yang akan terus berlangsung dan dijalankan oleh semua sektor industri dan dunia usaha. Untuk itu, perlu banyak pertimbangan dalam perumusan serta rekomendasinya. 

"Agar kemudian, dunia usaha dapat terus berdampingan dengan dunia kerja untuk sama-sama menjalankan hubungan industrial yang harmonis di Kota Tangerang Selatan," pungkasnya.

HIBURAN
Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Selasa, 15 September 2026 | 14:46

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.

SPORT
Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Bukan Sekadar Kawasan Bisnis, Sinar Mas Land Hadirkan Platform D.A.N.C.E untuk Perkuat Ekosistem Digital Hub

Rabu, 16 September 2026 | 21:56

Pertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.

BANTEN
Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Rabu, 16 September 2026 | 19:11

Sinar Mas Land (SML) resmi menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill