Connect With Us

Aplikasi Bela Pengadaan, Gandeng UMKM Ikut Pengadaan Pemkot Tangerang

Advertorial | Selasa, 2 November 2021 | 18:50

Pemerintah Kota Tangerang menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 dan Penerapan Aplikasi Bela Pengadaan di ruang Akhlakul Kharimah, Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa 2 November 2021. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 dan Penerapan Aplikasi Bela Pengadaan di ruang Akhlakul Kharimah, Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa 2 November 2021.

Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Pertama Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Dian Arsita Wardhani menjelaskan, aplikasi Bela Negara adalah aplikasi yang dikembangkan LKPP. 

Di dalam aplikasi tersebut ada marketplace yang mengakomodir para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Tujuan aplikasi ini adalah meningkatkan peran serta UMKM dalam proses pengadaan pemerintah. Khususnya dalam percepatan ekonomi di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Untuk saat ini, kami sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah wilayah. Saat ini, sudah tercatat 14 market place yang sudah bekerja sama dengan LKPP ini, sehingga pengadaan pemerintah bisa lebih cepat dan mudah,” terang Dian, Selasa 2 November 2021.  

Pemerintah Kota Tangerang menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 dan Penerapan Aplikasi Bela Pengadaan di ruang Akhlakul Kharimah, Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa 2 November 2021.

Dian melanjutkan, ada tiga kriteria standar jika pelaku UMKM ingin bisa masuk market place dan ikut dalam pengadaan barang pemerintah. Yakni harus memenuhi standar, memiliki risiko rendah dan harga bisa bersaing di pasar. 

Dian berharap, dengan adanya sosialisasi ini, Pemkot Tangerang bisa mengajak para pelaku UMKM untuk bergabung masuk dan ikut aktif dalam pengadaan pemerintah khususnya Pemkot Tangerang. 

Di tempat sama, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Ati Ismiyati Latu Mairisah Kota Tangerang menambahkan, Perpres tersebut sudah disahkan sejak Februari 2021. 

Perpres No 12 Tahun 2021 merupakan perubahan Perpres 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pemerintah Kota Tangerang menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 dan Penerapan Aplikasi Bela Pengadaan di ruang Akhlakul Kharimah, Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa 2 November 2021.

Sedangkan Pelaksanaan Aplikasi Bela Pengadaan berdasarkan SE LKPP no 21 tahun 2020 tentang Pengadaan Langsung untuk UMK melalui aplikasi Bela Pengadaan.

Ati mengatakan pihaknya juga telah bertemu sejumlah perwakilan pelaku UMKM se Kota Tangerang. Para pelaku UMKM juga mengaku siap dalam membantu dan ikut dalam Bela Pengadaan. 

Pemerintah Kota Tangerang menggelar sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 dan Penerapan Aplikasi Bela Pengadaan di ruang Akhlakul Kharimah, Gedung Puspemkot Tangerang, Selasa 2 November 2021.

“Alhamdulillah mereka pada mau. Mereka juga mengaku siap. Tinggal setelah sosialiasi tersebut, harus ada kelanjutan dari kedua pihak. DIharapkan Bela Pengadaan ini bisa dilaksanan mulai awal 2022 mendatang,” terangnya. 

Ati melanjutkan, UMKM yang ingin ikut Bela Pengadaan juga diharapkan tidak disulitkan. Yakni hanya menggunakan KTP dan memiliki produk. Sehingga roda perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM bisa terbantu dengan adanya Bela Pengadaan ini.(ADV)

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

TANGSEL
Warga Tangsel Rata-rata Lulus SMA, Jadi Partisipasi Tertinggi di Banten

Warga Tangsel Rata-rata Lulus SMA, Jadi Partisipasi Tertinggi di Banten

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:01

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai wilayah dengan angka partisipasi pendidikan tertinggi di Provinsi Banten.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill