Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan hingga saat ini masih belum mengizinkan pagelaran konser musik berkapasitas besar untuk digelar.
Faktornya, yakni karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di kota termuda se-Banten ini masih berstatus level 2.
Tangsel tertinggal selangkah dari DKI Jakarta yang kini telah memasuki level 1 dan sudah melakukan uji coba terhadap pagelaran konser.
"Mungkin pertunjukan konser yang mungkin besar, sekarang belum (diizinkan). Sekarang masih dalam ukuran yang kemarin (seperti PPKM sebelumnya)," terang Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dijumpai di kantornya, Selasa 16 November 2021.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Heru Agus Santoso menambahkan, saat ini yang sudah diizinkan baru sebatas acara dengan kapasitas terbatas.
Namun untuk konser, rasanya belum dapat digelar. Mengingat membutuhkan kapasitas yang lebih besar.
"Seperti event-event gitu, acara seni pertunjukkan dan pameran itu. Kalau konser kita masih menunggu, karena prokesnya panjang banget, mulai dari pra-event, event, post-event, segala macamnya," ujar Heru saat dijumpai di Pemkot Tangsel.
Heru memperjelas, kegiatan keramaian yang dibolehkan hanyalah acara dengan skala kecil.
"Batasan pengunjungnya pun hanya 50 persen. Tapi tetap harus mendapat rekomendasi dari Satgas Kecamatan sama dari Kepolisian. (Skala kecil) Kalau kita sih sekitar 50-200 pengunjung per sesi," tandasnya.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGInsiden mengejutkan terjadi di perairan Merak ketika KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendadak terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews