Pindah Rumah Belum Tentu Harus Ganti KTP dan KK, Ini Penjelasannya
Senin, 27 Juli 2026 | 14:28
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TANGERANGNEWS.com-Sistem pembelajaran tatap muka (PTM) berkapasitas 100 persen masih diberlakukan di wilayah Kota Tangerang Selatan, meskipun kasus penularan Covid-19 kini tengah melonjak.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, keputusan itu dilakukan berdasarkan pantauan perkembangan penerapan PTM di wilayahnya yang dinilai masih kondusif dan terkendali.
“Tetap, PTM (di Tangsel) masih 100 persen, dengan catatan kita bagi dua. 50 persen sesi pertama dari jam 07.00 WIB sampai sekian, lalu sesi kedua 50 persen lagi, jadi enggak 100 persen dalam satu waktu,” jelas Benyamin, Jumat, 28 Januari 2022.
Kendati demikian jika ditemukan adanya kasus penularan, maka sekolah yang bersangkutan akan segera ditutup sementara.
Seperti yang terjadi di Sekolah Insan Cendekia Madani dan SMPN 4 Tangsel ketika ada siswanya yang dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Senada dengannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deni menambahkan, di sisi lain pihaknya kini tengah melakukan evaluasi bersama dengan Dinas Kesehatan, terkait upaya antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya.
Ia mengeklaim, penerapan PTM sejauh ini masih terbilang aman. Pihaknya juga telah membuat edaran supaya protokol kesehatan makin ketat dan pengawasan ke anak lebih ditingkatkan.
“Kita evaluasi dengan Dinkes mempertimbangkan kenaikan kasus, kita tunggu hasil evaluasi,” singkatnya.
Masyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
TODAY TAGPolres Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan gugurnya personel TNI Angkatan Darat (AD), Prada ABS, 21 di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang
Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews