Novotel Tangerang Tawarkan Konsep Pernikahan Intimate hingga Outdoor untuk Gen Z
Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:16
Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
TANGERANGNEWS.com-Sistem pembelajaran tatap muka (PTM) berkapasitas 100 persen masih diberlakukan di wilayah Kota Tangerang Selatan, meskipun kasus penularan Covid-19 kini tengah melonjak.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, keputusan itu dilakukan berdasarkan pantauan perkembangan penerapan PTM di wilayahnya yang dinilai masih kondusif dan terkendali.
“Tetap, PTM (di Tangsel) masih 100 persen, dengan catatan kita bagi dua. 50 persen sesi pertama dari jam 07.00 WIB sampai sekian, lalu sesi kedua 50 persen lagi, jadi enggak 100 persen dalam satu waktu,” jelas Benyamin, Jumat, 28 Januari 2022.
Kendati demikian jika ditemukan adanya kasus penularan, maka sekolah yang bersangkutan akan segera ditutup sementara.
Seperti yang terjadi di Sekolah Insan Cendekia Madani dan SMPN 4 Tangsel ketika ada siswanya yang dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Senada dengannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deni menambahkan, di sisi lain pihaknya kini tengah melakukan evaluasi bersama dengan Dinas Kesehatan, terkait upaya antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya.
Ia mengeklaim, penerapan PTM sejauh ini masih terbilang aman. Pihaknya juga telah membuat edaran supaya protokol kesehatan makin ketat dan pengawasan ke anak lebih ditingkatkan.
“Kita evaluasi dengan Dinkes mempertimbangkan kenaikan kasus, kita tunggu hasil evaluasi,” singkatnya.
Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
TODAY TAGBulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews