Benyamin Pastikan Tidak Ada Lagi Tumpukan Sampah di Tangsel
Jumat, 6 Februari 2026 | 16:11
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan tumpukan sampah di beberapa titik di wilayah Tangsel sudah tertangani.
TANGERANGNEWS.com–Ketimpangan jumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi masalah yang tengah dikaji Dinas Pendidikan Kota Tangsel.
Berdasarkan data, jumlah SMP di Tangsel hanya sekitar 15 persen dari jumlah SD, sehingga keterserapan alumni SD negeri di SMP negeri terbilang minim. “SDN kita ada 157 dan SMPN ada 24, memang timpang banget,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deni, Selasa 29 Maret 2022, seperti dilansir dari Republika.
Deden mengatakan, pihaknya saat ini sedang berusaha mencari jumlah ideal antara SD dan SMP, di antaranya dengan mempertimbangkan pembangunan SMP-SMP negeri baru.
Namun, lanjut Deden, perlu dilakukan pengkajian berkaitan dengan keberadaan sekolah-sekolah swasta. “Kita sedang mengkaji jumlah siswa, jumlah yang lulus, dan jumlah sekolah yang ada. Tapi kita harus bijak juga, ada sekolah swasta yang butuh perhatian,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa jangan sampai dibangun SMP negeri, tapi kemudian sekolah swasta menjadi tidak kebagian siswa.
Deden memastikan mengkaji masalah ketimpangan untuk menemukan solusi. Dia mengakui minimnya keterserapan alumni SD negeri di SMP negeri, sehingga pendataan lebih lanjut terhadap SMP swasta bakal segera dilakukan.
“Ini yang sedang kita hitung, kita tetap mempertimbangkan sekolah-sekolah swasta yang ada di sekitar,” tutur Deden.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan tumpukan sampah di beberapa titik di wilayah Tangsel sudah tertangani.
TODAY TAGDi tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
PT MRT Jakarta resmi menggandeng tujuh pengembang properti besar untuk menjajaki pengembangan MRT lintas Timur–Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews