Connect With Us

Terjadi Penembakan Gerbong KRL Arah Serpong Tangerang, Kaca Berlubang

Tim TangerangNews.com | Kamis, 31 Maret 2022 | 09:28

Ilustrasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com–Peristiwa penembakan terjadi ke gerbong KRL arah Serpong, Tangerang pada Rabu malam 30 Maret 2022. Informasi tersebut beredar berupa tangkapan layar percakapan melalui WhatsApp yang diunggah ke Facebook.

Dalam tangkapan layar terlihat chat seseorang yang menyebut terjadi penembakan di KRL arah Serpong. "Krl relasi serpong, ada yg nembak bro. Td depan sy lg berdiri lengannya kena katanya panas bgt sy blg berdarah ga dia blg ga cm sakit dan panas bgt," tulis seseorang pada chat tersebut seperti dilansir dari Detik.

Pada chat yang menjadi viral itu juga disebutkan pecahan peluru ditemukan di samping penumpang dan serpihan kaca berserakan. “Td pecehan pelurunya ada disamping sy dan byk serpihan kaca kena jaket untung jaketnya tebal,” lanjut chat tersebut. "Berita dari saksi mata, bu lenny acc gl," akhir chat tersebut.

Terkait insiden penembakan itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat membenarkan adanya peristiwa itu. "Ada (kejadiannya) jam 19.20 kurang-lebih, masih saya dalami," kata Tubagus, Rabu 30 Maret 2022.

Dugaan sementara, ujar Tubagus, penembakan tersebut berasal dari senapan angin dan tidak menimbulkan korban jiwa. "Dugaan sementara senapan angin. Nihil (korban)," ucap Tubagus. 

Merespons viral penembakan KRL, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangannya menyebutkan bahwa terjadi penembakan di KRL seri 2138 relasi Tanah Abang-Rangkasbitung. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.45 WIB di lintas antara Stasiun Palmerah-Stasiun Kebayoran.

“Insiden itu mengakibatkan kaca jendela pada kereta kelima dari depan retak dan berlubang. Petugas langsung membersihkan serpihan kaca akibat penembakan itu serta menutup jendela yang berlubang dengan tirai,” kata Anne, Rabu 30 Maret 2022.

Ia menyebut insiden itu sebagai aksi vandalisme. "KAI Commuter menyesalkan atas tindakan vandalisme terhadap sarana KRL oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab pada hari Rabu malam," ujar Anne.

Anne juga menjelaskan tidak ada korban atas kejadian tersebut. “Perjalanan KRL 2138 tersebut tetap melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Rangkasbitung dan kembali hanya sampai Stasiun Serpong sebagai KRL 2177 untuk dilakukan perbaikan kaca jendela,” tutur Anne.

Atas kejadian tersebut, lanjut Anne, petugas keamanan dan petugas terkait segera menuju lokasi kejadian untuk mencari informasi terkait pelaku vandalisme kepada warga sekitar tempat kejadian. 

Selanjutnya KAI Commuter mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur rel, untuk menjaga keamanan perjalanan kereta serta mendukung penuh gerakan anti vandalisme terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian.

KOTA TANGERANG
Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:36

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan kader Banser yang melibatkan Habib Bahar bin Smith.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill